Eco House Untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Bertambahnya angka penduduk dan semakin terbatasnya lahan serta meningkatnya kebutuhan energy membuat banyak negara kewalahan dalam memberikan suply energy serta dalam mengontrol angka kelahiran.

Dengan bertambahnya manusia, otomatis lahan yang dibutuhkan pun semakin banyak, namun lahan tidak berkembang, jadi problemanya semakin dilematis. Kebutuhan energy untuk melakukan kegiatan harian pun semakin meningkat.

Contoh mudahnya adalah penggunaan listrik yang semakin lama semakin meningkat dan ini yang membuat banyak rumah-rumah mengeluhkan biaya bulanan untuk listrik mereka. Hal ini seharusnya bukan sebuah hal yang harus dikeluhkan karena memang mereka membutuhkan energy listrik untuk segala kebutuhan didalam rumah mereka seperti TV, Kulkas, AC, setrika, heater, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya permasalahan ini, banyak orang yang mencoba memulai mencari cara untuk bisa memperkecil pengeluaran bulanan yang hanya untuk listrik. Hal ini dilakukan dengan merubah rancangan rumah agar menjadi lebih ramah lingkungan yang tujuannya adalah untuk memperkecil penggunaan energy listrik.

Rumah seperti ini dikenal dengan nama eco house atau rumah yang memiliki sistem ramah lingkungan dan hemat energy. Yuk kita cari tahu material apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sebuah eco house dan juga seperti apakah desainnya nanti.

Material yang Biasa Digunakan untuk Membuat Eco House

Setiap pengembang atau kontraktor yang akan membangun sebuah eco house memiliki pertimbangan sendiri. Hal ini tergantung luas, jenis tanah, diwilayah seperti apa rumah tersebut akan dibangun, dan detil seperti apakah yang diinginkan oleh si pemilik. Material yang digunakan pun bermacam-macam sehingga ini tergantung pada selera dan kebutuhan.

Penggunaan kayu sering kali menjadi pilihan utama sebagai pengganti dinding yang biasanya menggunakan tembok batu-bata. Kayu dengan kualitas yang baik akan memberikan performa yang baik serta perawatannya tidak memerlukan terlalu banyak bahan-bahan berbahaya.

Ada juga yang masih menggunakan tembok batu bata namun lebih mengedepankan bukaan-bukaan yang efektif untuk memberikan jalur bagi sinar matahari untuk memberikan penerangan sehingga pada siang hari tidak perlu menggunakan lampu.

Jadi seorang arsitek harus memperhatikan betul arah sebuah rumah dan penempatan bukaan. Fungsi bukaan juga untuk memberikan akses udara menjadi bagus sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan yang memerlukan banyak sekali energy listrik.

Untuk supply energy listrik pada malam hari, di banyak Negara di Eropa dan Amerika telah menggunakan panel surya yang diletakkan pada sebagian atap rumah mereka. Ini akan mengubah energy cahaya menjadi energy listrik yang pada akhirnya mampu memberikan supply listrik untuk rumah itu sendiri.

Besar kecilnya sebuah panel tergantung pada keinginan dan kebutuhan pemilik rumah. Hal ini bisa disesuaikan. Sisa lahan bisa digunakan untuk menanam tanaman guna mendukung rumah tersebut untuk mendapatkan kualitas udara yang baik. Bahkan ada beberapa desain eco house yang menjadikan sebagian atap rumah sebagai lahan menanam tanaman.

Manfaat Eco House

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari pembangunan eco house ini. Salah satunya adalah berkurangnya konsumsi listrik yang akan menjadikan tagihan listrik anda lebih kecil. Bahkan jika sudah menggunakan panel surya, anda bisa tidak memerlukan energy listrik dari PLN. Anda bisa membayangkan bagaimana jika seluruh rumah di Indonesia menggunakan konsep eco house.

Selain itu, rumah akan lebih ramah lingkungan dengan berkurangnya penggunaan zat-zat yang mengandung bahan beracun. Kualitas udara didalam rumah pun semakin baik sehingga baik bagi penghuninya. Tidak hanya baik bagi penghuninya, namun juga mengurangi polusi disekitar lingkungan rumah anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s