Tembok Besar China; Bangunan Terpanjang Hasil Karya Cipta Manusia

Selain dari Piramida Besar di Giza, Mesir; masih ada beberapa hasil karya cipta kebudayaan manusia lainnya yang tercatat sebagai bagian dari keajaiban dunia. Tembok besar di negeri China dan bangunan Taj Mahal di India merupakan hasil karya cipta manusia di kawasan Asia yang diakui sebagai bagian dari warisan kebudayaan masa lalu yang menjadi keajaiban dunia.

Tembok besar atau tembok raksasa China juga dikenal dengan sebutan Tembok Sepanjang Sepuluh Ribu Li; tembok ini merupakan bangunan buatan manusia terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah dan masih dapat dilihat hingga saat ini.

Bangunan ini terdapat di negara Republik Rakyat China dan merupakan salah satu keajaiban dunia dan juga tercatat dalam Situs Warisan Dunia oleh lembaga PBB UNESCO.

Pada dasarnya, tembok besar ini bukanlah sebuah tempok panjang yang tidak terputus melainkan kumpulan dari tembok – tembok yang berjajar mengikuti bentuk dan kontur dari pegunungan Cina Utara.

Sebuah penelitian yang digagas oleh Pemerintah RRC menyatakan bahwa panjang keseluruhan dari tembok yang dibangun pada masa Dinasti Ming tersebut adalah 8.851 kilometer. Dalam rangkaian tembok besar tersebut juga terdapat bagian – bagian lain dari tembok sepanjang 359 kilometer serta terdapat parit sepanjang 2232 kilometer.

Pada rangkaian tembok juga terdapat bagian alami yang terangkai dengan tembok berupa perbukitan dan sungai. Tembok ini dibuat dengan tujuan sebagai batas wilayah perkotaan dan perumahan dan juga memberikan perlindungan keamanan.

Selain itu terdapat berbagai teori lain yang menyatakan bahwa tembok tersebut dibuat untuk menciptakan jalur komunikasi dan juga sebagai tanda dari perbatasan wilayah.

Keberadaan tembok besar di China ini juga pernah diklaim sebagai bangunan ciptaan manusia yang dapat dilihat dari angkasa luar dengan mata telanjang. Meskipun kemudian pernyataan tersebut dinyatakan salah setelah berbagai penelitian dilakukan dan juga berdasarkan laporan dari Yang Li Wei yang merupakan astronot dari China yang menyatakan bahwa dia tidak dapat melihat tembok besar saat berada di angkasa luar.

Mitos bahwa tembok besar dapat terlihat dari angkasa luar dimulai oleh seorang kolektor barang antik dari Inggris, William Stukeley yang membandingkan tembok besar China dengan Tembok Hadrian di Inggris dan menyatakan bahwa begitu besarnya tembok besar China hingga dapat dilihat dari bulan dalam sebuah tulisannya pada tahun 1754.

Tembok besar China dibangun dalam beberapa tahun selama beberapa periode pemerintahan. Beberapa bagian dari tembok tersebut dibangun pada masa Dinasti Qin dan Han, namun sebagian besar dari tembok yang dapat ditemui pada saat ini dibangun saat pemerintahan Dinasti Ming.

Bagian paling awal dari tembok bahkan dibangun sebelum masa Dinasti Qin yang dimaksudkan untuk membuat benteng pertahanan dari serangan bangsa asing dari utara.

Usaha menyambung beberapa bagian tembok yang telah dibangun dilakukan pada masa Dinasti Qin pada tahun 220 sebelum Masehi. Pembangunan berhenti karena pemberontakan petani yang dilibatkan dalam pembangunan tersebut.

Dinasti Han melanjutkan proyek pembangunan yang berhenti di masa Dinasti Qin dan melanjutkan pembangunan selama kurang lebih 20 tahun pada rentang waktu tahun 140 sebelum Masehi hingga 87 sebelum Masehi dan berhasil membangun tembok sepanjang kurang lebih 1000 kilometer.

Pembangunan kembali berlangsung pada tahun 39 M. Pembangunan kembali dilaksanakan pada masa Dinasti Ming pada tahun 1368 hingga 1644 hingga menghasilkan tembok besar China yang masih bertahan hingga hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s