Petra, Kota Berukir Indah di Yordania

Petra adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang memiliki pesona yang sangat hebat di mata para pecinta seni. Salah satu faktor mengapa banyak para pecinta seni sangat mengagumi situs keajaiban dunia ini adalah karena ukiran yang terukir pada batu raksasa yang sangat bernilai seni tinggi.

Tentu tidak mudah untuk membangun ukiran bangunan yang megah dan indah dari sebongkah batu raksasa. Petra dalam bahasa Yunani berarti batu sedangkan dalam bahasa Arab petra diartikan sebagai al-Bitr yang mana bangunan ini adalah situs arkelogikal yang sudah berumur ribuan tahun.

Situs arkeologikal ini berlokasi di Yordania yaitu di dataran rendah di antara kawasan gunung-gunung yang membentuk sebuah kawasan unik yang disebut sebagai sayap timur Wadi Araba. Wadi Araba adalah lembah raksasa yang berasal dari Laut Mati dan berujung pada Teluk Aqaba.

Dilihat dari arsitekturnya, Petra memiliki keindahan arsitektur yang tidak dimiliki oleh bangunan lain. Petra pada zaman dahulu adalah kota kecil yang ditinggalkan oleh para penghuninya. Situs bersejarah dan benilai seni tinggi ini sempat menghilang beberapa waktu yang lalu dan kini muncul kembali dan menjadi salah satu situs keajaiban dunia yang sangat mengagumkan.

Bangunan-bangunan di ‘Kota Hilang’ ini dibangun dengan cara mengukir dan memahat dinding batu raksasa sehingga terbentuk gua raksasa. Para penduduk Petra ini memahat batu cadas yang berwarna kemerah-merahan yang memiliki ketinggian hingga mencapai 40 meter ini.

Dilihat dari hasil pahatan yang terukir indah di batu cadas ini, para penghuni kota kecil ini tentunya mempunyai selera seni dan skill memahat yang sangat tinggi sehingga mereka mampu memahat batu cadas yang keras dan besar.

Sekilas terlihat bahwa memang bangunan-bangunan Petra ini bergaya arsitektur Romawi, namun jika anda teliti lebih detail lagi, pahatan-pahatan pada bangunan ini memiliki cir-ciri yang berbeda dengan pahatan-pahatan Yunani dan Romawi Kuno.

Para pengunjung pastinya akan sangat terkesima dengan bangunan yang sangat luar biasa megah yang terukir indah di batu-batu raksasa ini. Jika anda memasuki bangunan Kota Petra ini, anda akan merasa seolah-olah anda sedang berada di dalam gua batu raksasa. Setiap anda menelusuri lorong bangunan, anda akan melihat ukiran-ukiran dekoratif yang indah di dinding-dinding bangunan.

Secara geografis, Kota Petra itu sendiri terletak 262 kilometer sebelah Selatan Kota Amman dan 133 kilometer sebelah Utara dari Aqaba. Jika anda berkunjung ke Kota Petra ini, anda akan melewati gunung-gunung tinggi yang memiliki ketinggian kira-kira 1.350 meter di atas permukaan laut karena memang Kota Petra ini terletak di antara gunung-gunung yang terbilang cukup tinggi.

Kota Petra ini termasuk berada di lokasi gunung yang paling tinggi yaitu Gunung Harun atau Bangsa Arab menyebutnya sebagai Jabal Harun. Jabal Harun juga sering disebut dengan istilah Gunung Hor atau El-Barra. Akses untuk menuju ke lokasi Kota Petra ini berupa jalan darat yang dapat ditempuh dari Kota Amman. Sekitar 3 sampai 5 jam para pengujung akan menempuh jalur darat ini untuk menuju ke Kota Petra.

Akses atau jalan darat yang menjadi satu-satunya jalur darat untuk mencapai Kota Petra ini bukanlah jalur darat yang mudah untuk ditempuh karena jalur darat ini hanya berupa ngarai sempit yang disebut dengan istilah ‘Siq’.

Siq merupakan lorong panjang dengan panjang sekitar 1 mil yang dihimpit oleh batu cadas yang tinggi (sekitar 600 kaki). Lorong tersebut tidak mempunyai lebar lorong yang sama. Celah tersempit pada lorong tersebut berupa celah dengan lebar hanya 3 meter saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s