Colosseum: Saksi Sejarah Kehebatan Para Gladiator

Colosseum merupakan peninggalan bersejarah berupa gedung pertunjukan yang sangat besar. Bangunan gedung pertunjukan ini termasuk sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia yang sangat popular dan banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional yang berkunjung ke gedung pertunjukan bersejarah ini.

Jika anda sedang berjalan-jalan ke Kota Roma, Itali, pastikan bahwa anda mengunjungi tempat bersejarah ini. Bangunan ini cukup popular dengan nama Flavian Amphitheatre. Tempat pertunjukan kuno ini dibangun oleh Raja Vespasian dan diselesaikan oleh puteranya yang bernama Titus.

Hingga kini masih simpang siur perihal proses pembuatannya. Terdapat dua macam perbedaan pendapat yang mengenai pembuatan gedung pertunjukan ini. Sebuah pendapat mengatakan bahwa Colosseum ini dibangun sekitar tahun 79 SM.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa bangunan Colosseum ini dibangun antara tahun 70 – 82 M. Para arkeolog lebih yakin bahwa antara tahun 70 – 82 M adalah masa di mana Colosseum ini dibangun.

Ahli sejarah yang meneliti bangunan Colosseum ini menyebutkan bahwa nama Colosseum ini berasal dari sebuah patung yang sangat tinggi yaitu setinggi 130 kaki atau setara dengan 40 meter.

Nama patung tersebut adalah Colossus yang kemudian diambil menjadi nama sebuah gedung pertunjukan di Roma Itali yang diberi nama Colosseum yang mampu menampung sekitar 50.000 penonton. Ribuan penonton pada masa Romawi ini sangat menyukai acara adu fisik para gladiator Romawi.

Arena gladiator ini kemudian sangat terkenal karena arsitektur bangunannnya yang sangat megah dan berkapasitas banyak. Para warga Romawi pada masa dulu sangat bangga dengan bangunan arena gladiator ini karena bangunan ini merupakan bangunan termegah dan terbesar dari kerajaan Romawi Kuno yang pernah dibangun.

Lokasi arena gladiator ini berdekatan dengan istana yang diberi nama Domus Aurea yang dibangun oleh Nero. Istana ini merupakan bangunan baru pada masa itu karena istana sebelumnya rusak disebabkan insiden kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan istana.

Pada masa Kerajaan Romawi Kuno, istilah gladiator sangat popular karena gladiator adalah para kesatria tangguh dan prajurit pilihan yang kuat dan pemberani. Untuk menjadi gladiator, para kesatria tangguh ini akan diminta untuk bertarung melawan para kesatria lainnya.

Tidak hanya menampilkan pertarungan antar gladiator saja, Colosseum ini juga merupakan arena pertarungan antara hewan buas dengan tahanan, pertarungan air dengan cara membanjiri arena dengan air, dan tempat eksekusi para tahanan.

Ada sekitar sembilan ribu binatang buas yang dikorbankan pada saat acara peresmian atau pembukaan Colosseum. Acara peresmian dengan mengorbankan 9000 binatang buas ini berlangsung hingga 100 hari secara berturut-turut.

Pada saat acara pembukaan ini akan dilangsungkan, arena Colosseum ini diberi pasir yang cukup banyak untuk mencegah darah binatang yang dikorbankan mengalir dan membanjiri arena pertarungan raksasa ini.

Ribuan orang dan binatang telah mati di Colosseum ini. Tak heran jika bangunan bersejarah ini memiliki atmosphere yang cukup mengerikan bagi para pengunjung.

Dilihat dari konstruksi bangunannya, Colosseum ini memiliki arsitektur yang sangat indah dan megah. Arsitektur yang megah ini semakin menambah rasa kekaguman para pengunjung akan peninggalan Kerajaan Romawi Kuno ini.

Bangunan Colosseum ini memiliki tinggi bangunan 48 meter dengan panjang 188 meter serta lebar bangunan 156 meter. Sedangkan untuk luas bangunan, Colosseum ini memiliki luas 2,5 hektar sehingga bangunan ini tampak begitu luas dan besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s