Tenses Dalam Dunia Tulis-Menulis

Haruskah saya menulis cerita dalam bentuk present atau past tense (kita tidak akan berbicara banyak mengenai future tense dalam artikel ini)? Sebuah pertanyaan yang terkadang kita tanyakan.

Mengapa tidak menulis memakai kedua tenses tersebut secara bersamaan, jika itu yang dibutuhkan! Selama bisa dilakukan tanpa membuat para pembaca pusing tentunya. Saya suka berpikir bahwa seorang penulis dapat menggunakan tenses dengan bebas jika ingin membuat beberapa setting waktu dan era dalam sebuah cerita. Hasilnya adalah dapat menghubungkan beberapa kejadian, membuat sebuah kesimpulan, menunjukkan kenaikan penghasilan atau mempertautkan hasil yang sudah ada.

Sebagai contoh di sini, “A writer of his memoir narrating as an adult about actions in the past he is describing in present tense as if the actions were unfolding in real time and seen through his eyes as a teen”. Saya harap kalimat tadi masuk akal!

Terkadang tenses bisa begitu rumitnya. Jadi saya coba untuk menjelaskan apa-apa saja present dan past tense itu, seperti present perfect, present progressive, past perfect, dll.

Berikut ini adalah 12 tenses beserta contohnya:

1. Simple present tense: Sherina walks

2. Present continuous tense: Sherina is walking

3. Present perfect tense: Sherina has walked

4. Present perfect continuous tense: Sherina has been walking

5. Simple past tense: Sherina walked

6. Past continuous tense: Sherina was walking

7. Past perfect tense: Sherina had walked

8. Past perfect continuous tense: Sherina had been walking

9. Simple future tense: Sherina will walk atau Sherina is going to walking

10. Future continuous tense: Sherina will be walking atau Sherina is going to be walking

11. Future perfect tense: Sherina will have walked

12. Future perfect continuous: Sherina will have been working or Sherina is going to been walking

Ngomongin bahasa Inggris, hanya ada dua tense yang bisa berdiri sendiri sebagai verb, present (seperti “he sings”) dan past (sebagaimana “he sang”). Tenses bahasa Inggris lainnya, tampaknya harus ada yang dinamakan auxiliaries atau kata kerja bantu.

Mencoba mengerti 6 tenses dasar

Simple present: They walk

Present perfect: They have walked

Simple past: They walked

Past perfect: They had walked

Future: They will walk

Future perfect: They will have walked

Masalah yang biasanya muncul yaitu ada pada perfect tenses, semuanya dibentuk dengan menambahkan sebuah auxiliary verb atau kata kerja bantu di depan past participle (bentuk ketiga).

walk, walked, walked

ring, rang, rung

Bentuk auxiliary yang paling umum digunakan dalam percakapan dasar yaitu be, can, do, may, ought, shall, will, has, have, had

Present perfect

Rata-rata kalimat present perfect memiliki sebuah past participle (bentuk ketiga) dengan tambahan has atau have. Selain itu, present perfect juga digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang sudah berlangsung di waktu lampau dan masih terjadi sampai sekarang atau efeknya masih terasa sampai sekarang.

1. Agnes taught for ten years (simple past)

2. Lala has taught for ten years (present perfect)

Dalam kalimat 1. Agnes sekarang sudah berhenti, sedangkan dalam kalimat 2. Lala masih mengajar sampai sekarang.

1. Anggia did his homework. She can go to the movies. (simple past)

2. If Anggia has done his homework, she can go to the movies. (present perfect)

Infinitive atau verb yang dimulai dengan “to” juga dapat membentuk perfect tense saat dikombinasikan dengan have, dan terkadang masalah muncul saat infinitive digunakan bersama verb seperti hope, plan, expect, dan intend yang semuanya mengarah ke future (I wanted to go to the movie. Junko meant to see the doctor). Perfect tense terjadi saat peristiwa dimulai pada masa lampau dan terkadang sudah selesai sebelum verb utamanya.

1. I am happy to have participated in this campaign! (simple past)

2. Maya had hoped to have won the trophy (present perfect)

Kedua peristiwa dari verb utama pada peristiwa diatas menunjuk pada waktu lampau, sementara kejadian pada perfect infinitive nya sudah selesai.

Past perfect

Past perfect digunakan untuk menjelaskan peristiwa di masa lampau tetapi peristiwa tersebut telah selesai sebelum peristiwa masa lampau lainnya terjadi.

1. Sofie raised vegetables and later sold them. (past)

2. Sofie sold vegetables that she had raised. (past perfect)

Pada kalimat 2. Sayurnya sudah ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum dijual.

1. Wina washed the car when Sherina arrived (simple past)

2. Wina had washed the car when Sherina arrived (past perfect)

Pada kalimat 1. Wina menunggu Sherina baru dia berhenti mencuci mobil, sedang pada kalimat 2. Wina telah selesai mencuci mobil saat Sherina datang.

Dalam kalimat yang menunjukkan usaha dan hasil, past perfect digunakan sebagai bagian dari usaha.

1. If I had done my exercises, I would have passed the test.

2. I think Agnes would have been elected if he hadn’t sounded so pompous.

Review

1. Dian saves twenty dollars (present)

2. Dian saved twenty dollars (past)

3. Dian will save twenty dollars (future)

4. Dian has saved twenty dollars (present perfect)

5. Dian had saved twenty dollars by the end of last month (past perfect)

6. Dian will have saved twenty dollars by the end of this month (future perfect)

Sepatah kata, saya harap artikel diatas dapat memberikan sedikit pengertian dari pusingnya dunia tulis menulis dan bagaimana caranya kita melakukan travel time ke masa lalu dan masa depan melalui kata-kata dalam bahasa inggris.

Tenses Dalam Dunia Tulis-Menulis

Sedang belajar. Photo used under Creative Commons from ma_shimaro

Advertisements

One thought on “Tenses Dalam Dunia Tulis-Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s