Aturan-Aturan Past Tense

Past tense adalah satu dari tiga aturan yang diterapkan dalam menulis kalimat-kalimat bahasa Inggris. Bersamaan dengan past tenses, masih ada present tense dan future tense. Past tense merupakan yang paling umum digunakan dalam tulisan karena memberikan nuansa yang alami. Saat kita membagi pengalaman kepada teman-teman ataupun memberitahukan peristiwa yang telah terjadi, maka kalimat yang tepat adalah yang menggunakan past tense. Sebenarnya ada empat macam jenis atau aturan yang kita gunakan saat menggunakan past tense, diantaranya adalah past tense, past progressive atau past continuous, past perfect dan yang terakhir past perfect progressive atau past perfect continuous.

Past Tense

Penulisan past tense pada umumnya bisa diidentifikasikan dengan akhiran “ed” yang ditambahkan pada kata kerja atau verb. Semua verb yang regular atau biasa akhirannya selalu “ed” saat menulis past tense. Contoh dari regular verb yaitu: shout, walk, atau carry. Sedangkan regular verb yang berakhiran “y” sebelum dirubah jadi past tense harus dihilangkan dulu “y” nya, lalu ditambahkan “i” sebelum ditambahkan “ed”.

Buat irregular verb atau kata kerja yang tidak beraturan kalau mau jadi past tense tidak ditambahkan “ed” tetapi berubah bentuk. Contoh dari irregular verb yaitu fly, draw, dan shoot.

Aturan-Aturan Past Tense

Past continuous

Penulisan past continuous adalah dengan menambahkan “ing” di bagian akhir verb, tetapi sebelum verb harus ditambahkan “was” atau “were”. Sebagai contoh, “I was running for my life after I threw the snowball” (past continuous nya ada dengan menambahkan “ing” pada run, serta sebelumnya didahului oleh “was”).

Penulisan past continuous umumnya digunakan untuk menjelaskan sebuah peristiwa yang terjadi saat peristiwa lainnya sedang berlangsung pada masa lampau. Pada contoh di atas, peristiwa yang sedang terjadi adalah running dan kejadian lainnya di masa lalu yaitu throwing of the snowball.

Aturan-Aturan Past Tense

Past perfect

Penulisan past perfect adalah dengan menambahkan suffix atau akhiran “ed” ke verb yang sebelumnya diawali oleh verb “had”. Sebagai contohnya: “He had walked ten miles by the time they found him”. Dalam kalimat tersebut “had walked” adalah past perfect nya.

Past perfect sesungguhnya digunakan untuk menjelaskan kejadian atau peristiwa yang telah selesai terjadi pada masa lampau sebelum kejadian lain terjadi, seperti menceritakan kilas balik. Penulisan past perfect biasanya sih kurang populer dari past continuous atau past tense, kecuali penulisnya bener-bener menghabiskan waktunya untuk menceritakan sebuah flashback atau kilas balik atau sedang mendiskusikan peristiwa sebelumnya.

Aturan-Aturan Past Tense

Past perfect coninuous

Past perfect progressive atau disebutnya past perfect continuous digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi dan masih terus berlangsung di masa lampau sampai ada peristiwa lainnya. Sama seperti flashback. Contohnya: “Sherina wanted to sit down because she had been standing all day at school”. Past perfect continuous ditulis dengan menambahkan suffix “ing” dan sebelumnya ada kata “had been”. Pada contoh kalimat diatas peristiwa “she had been standing all day” sedang terjadi, tetapi kemudian diakhiri oleh kejadian “Sherina wanted to sit down”.

Aturan-Aturan Past Tense

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s