MPAD Sosio Kependudukan

Metode pengumpulan dan analisa data (MPAD) aspek sosio kependudukan atau sosio demografi dalam AMDAL

Pentingnya metode

Setiap kegiatan pasti melalui proses agar hasil optimal, baik dan logis diperlukan metode penelusuran proses yang tepat.

Metode yang tepat perlu memperhatikan tentang:

  • tujuan dari proses
    • pemanfaatan sumberdaya
    • pelestarian lingkungan
  • jangkauan/ luasan/ lingkupan
  • kondisi objek (kuantitas, kualitas)
  • waktu yang tersedia dalam proses
  • fungsi/ kedudukan objek dalam proses
  • keberadaan informasi atau data
  • cara pengambilan data

Harapannya ada keseimbangan fungsi penduduk sebagai subyek (pelaku) dan objek (penerima hasil)

Sumber dan Analisa Data Komponen/ Aspek Sosio Demografi

  • Komponen/ aspek
    • struktur
    • proses
    • tenaga kerja
  • sumber/ mengumpulan data
    • data sekunder
    • BPS
    • registrasi
    • statistik penduduk
    • data primer
    • wawancara
    • observasi
    • diskusi (FGD)
  • pengukuran/ analisis
    • persentase
    • rasio
    • rate
    • scoring/skala
    • tabulasi
    • statistik

Variabel penelitian parameter Sos – Demo

1. Ukuran-ukuran yang relevan dalam aspeknya

  • Struktur Penduduk
  • Tingkat Kelahiran (CBR)
  • Tingkat Kematian ( CDR dan IMR) )
  • Kepadatan penduduk dan Persebaran penduduk
  • Migrasi Masuk & Keluar, Permanen & Non Permanen
  • Tingkat pertambahan penduduk
  • Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
  • Tingkat Pengangguran (TP)
  • Beban tanggungan (DR)

2. Cara mengukur variabel bisa “membandingkan” antara nilai atau angka standar Lokal, Nasional, Internasional, atau “menggunakan pengalaman peneliti” dalam menganalisa hasil perhitungan

3. Sumber data dari parameter yang digunakan

  • Data sekunder
  • Data primer

Pengumpulan data

Sumber data

  • Data sekunder
  • Data primer

Data sekunder, sumber data sekunder dari arsip:

  • Statistik (dari BPS = biro pusat statistik)
  • Laporan kegiatan daerah
  • Laporan registrasi
  • Laporan pertanggung jawaban pejabat
  • Arsip resmi daerah

Cara pengumpulan data: Dicatat, dicopy data yang diperlukan

Pengumpuan data primer

Populasi: sekumpulan objek penelitian dan merupakan sumber data. Contoh:

  • Seluruh Penduduk/ individu
  • Seluruh Kepala Rumah Tangga
  • Seluruh Kepala Keluarga dll

Pengumpulan data dengan wawancara/ observasi

  • Sensus : diambil dari seluruh populasi
  • Sampel : diambil sebagian dari populasi

Cara menentukan lokasi sampel

  • Luasan daerah kegiatan/lokasi
  • Sifat Keragaman Populasi
  • Kejelasan Jumlah Populasi

Cara penentuan jumlah sampel:

  • Sifat Populasi (semakin banyak lebih baik)
  • Keinginan peneliti
  • Quota (Jumlah populasi tidak jelas)

Sistem penentuan sampel

  • Sistem sensus = semua, n : 10
  • Sampel random = acak, n: 5
  • Sistematik random = urut, n : 5
  • Sistem strata jarak = lapis, n : 5
  • Sistem strata volume, n: 5

Lokasi pengambilan sampel yang tepat

  • Sepanjang jalan (lokasi proyek)
  • Pada jarak radius tertentu

Cara menghitung variabel penelitian

Tingkat kelahiran (fertilitas)

CBR (Tingkat kelahiran dari seluruh kelahiran 1 tahun pada seluruh penduduk pada tahun sama)

CBR: (Jumlah kelahiran 1 tahun : Jumlah penduduk) x 1000 (K)

Contoh

  • Jumlah kelahiran hidup 3.500.000 bayi
  • Jumlah penduduk seluruhnya 150 juta
  • CBR= (3.500.000/150.000.000) x 1000 = 23/oo

ASBR (Tingkat kelahiran dalam 1 tahun dari kelompok penduduk umur tertentu pada seluruh penduduk kelompok umur tertentu)

ASBR: (jumlah kelahiran kel Umur i : Jumlah penduduk umur i) x K

Contoh

  • Jumlah kelahiran pada penduduk umur 25-29 : 1.700.000
  • Jumlah penduduk umur 25-29: 37.000.000
  • ASBR (25-29 th) = (2.900.000/150 juta) 1000= 19/oo

Tingkat kematian (mortalitas)

CDR : (Jumlah kematian 1 tahun : Jumlah penduduk ) x 1000

Contoh

  • Jumlah kematian 1.600.000 orang
  • Jumlah penduduk seluruhnya 150 juta
  • CDR = (1.600.000/150.000.000) x 1000 = 10,6/oo

ASDR: (Jumlah kematian pada umur I ; Jumlah penduduk umur i) x K

Contoh

  • Jumlah kematian pada penduduk umur 25-29 : 900.000
  • Jumlah penduduk umur 25-29 : 37.000.000
  • ASBR (25-29 tahun) = (900.000/ 150 juta) 1000 = 6/oo

IMR : (Kematian bayi) : (Jumlah kematian bayi 1 th : Jumlah kelahiran
hidup) x K

Contoh

  • Jumlah bayi lahir hidup : 3.500.000 bayi
  • Jumlah kematian bayi lahir hidup : 450.000 bayi
  • IMR = (450.000/3.500.000) x 1000 = 128/oo

Kepadatan penduduk dan sebaran peduduk

Kepadatan aritmatik = (Jumlah penduduk : Luas daerah) / K

  • Contoh Kepadatan Aritmatik = 1600/ Km2

Kepadatan agraris = (Jumlah penduduk petani : Luas pertanian) / K

  • Contoh Kepadatan Agraris = 50/ Km2

Sebaran penduduk: tersebar merata atau terpusat secara linier atau konsentris

Migrasi masuk “neto” = Jumlah in migrasi – out migrasi

migrasi keluar “neto” = Jumlah out migrasi – in migrasi

Dependency ratio (beban ketergantungan)

DR = Penduduk usia (65) : (Penduduk usia(15 S/D 65) X 100%

Contoh

  • Jumlah penduduk umur < 15 th : 45 juta
  • Jmlh peduduk umur (Usia kerja) 15-64 th: 80 juta
  • Jumlah penduduk umur > 64 th : 25 juta
  • DR = (45 juta + 25 juta ) 80 juta x 100 = (70 juta/ 80 juta) x 100= 88%

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK)

(Jumlah Angkatan Kerja : Jumlah penduduk Usia Kerja) X 100 (K)

Contoh

  • Jumlah penduduk UK bekerja (Angkatan kerja): 65 juta
  • Jumlah penduduk UK seluruhnya : 80 juta
  • TPAK = (65 juta/ 80 juta) x 100= 81%

Tingkat pengangguran

(Jumlah penduduk menganggur : Jumlah penduduk angkatan kerja) K

Contoh

  • Jumlah penduduk menganggur : 15 juta
  • Jumlah penduduk Angkatan Kerja : 65 juta
  • TP = (15 juta / 65 juta) x 100 = 23 %

Ilustrasi hasil perhitungan

MPAD Sosio Kependudukan
Analisa data dan memprakirakannya
MPAD Sosio Kependudukan

Tahap analisa pemberian skor atau nilai kualitas lingkungan

Pengertian skoring : Merupakan pemberian nilai angka yang berhubungan dengan kondisi
lingkungan atau Kualitas Lingkungan (KL)

Contoh penilaian KL: dengan skala 1 s/d 5; Sangat baik nilai 5 dan sangat jelek nilai 1

Konsep: KL memiliki nilai tinggi (baik) bila kondisinya memberikan manfaat bagi manusia. Sedangkan KL memiliki nilai rendah (jelek) bila kondisi merugikan/ tidak bermanaaf bagi manusia.

Tujuan skoring: Membandingkan antara kondisi RLA dng RLP

waktu skoring: Sebelum kegiatan dimulai (eksisting) dan dalam proses proyek dan pasca proyek (prakiraan).

Referensi BPS DepKes dan WHO

Kondisi penggangguran, Bagaimana kondisi pada saat rona linkungan awal dan RLP

  • 00-20% penduduk lokal yang belum bekerja (masih nganggur); sangat baik; (5)
  • 21-40% penduduk lokal yang belum bekerja (masih nganggur); baik; (4)
  • 41-60% penduduk lokal yang belum bekerja (masih nganggur); sedang; (3)
  • 61-80% penduduk lokal yang belum bekerja (masih nganggur); jelek; (2)
  • 81-100% penduduk lokal yang belum bekerja (masih nganggur); sangat jelek; (1)

Kondisi kesempatan kerja, Bagaimana kondisi pada RLA dan RLP

  • 00-20% penduduk lokal terserap sebagai tenaga kerja proyek; sangat jelek; (1)
  • 21-40% penduduk lokal terserap sebagai tenaga kerja proyek; jelek; (2)
  • 41-60% penduduk lokal terserap sebagai tenaga kerja proyek; sedang; (3)
  • 61-80% penduduk lokal terserap sebagai tenaga kerja proyek; baik; (4)
  • 81-100% penduduk lokal terserap sebagai tenaga kerja proyek; sangat baik; (5)

Pekerjaan

00-20% penduduk memiliki pekerjaan tetap; Sangat Jelek; (1)
21-40% penduduk memiliki pekerjaan tetap; Jelek; (2)
41-60% penduduk memiliki pekerjaan tetap; Sedang; (3)
61-80% penduduk memiliki pekerjaan tetap; Baik; (4)
> 80% penduduk memiliki pekerjaan tetap; Sangat Baik; (5)

Beban ketergantungan (DR) dari angkat kerja dan IMF bagaimana kondisi DR pada RLA dan RLP

  • > 10% Angkatan Kerja masih menganggur; sangat jelek; (1)
  • 8 – 10% Angkatan Kerja masih menganggur; jelek; (2)
  • 5 – 7 % Angkatan Kerja masih menganggur; sedang; (3)
  • 2 – 4 % Angkatan Kerja masih menganggur; baik; (4)
  • <2 % Angkatan Kerja masih menganggur; sangat baik; (5)

Tingkat kelahiram umum (CBR), bagaimana kondisi DR pada RLA dan RLP

  • < 20/oo Kelahiran per 1000 penduduk; Sangat Baik; (5)
  • 20-30/oo Kelahiran per 1000 penduduk; Baik; (4)
  • 31-40/oo Kelahiran per 1000 penduduk; Sedang; (3)
  • 41-50/oo Kelahiran per 1000 penduduk; Jelek; (2)
  • >50/oo Kelahiran per 1000 penduduk; Sangat Jelek (1)

Tingkat kematian bayi (IMR)

  • < 50 / 1000 kelahiran; sangat baik; (5)
  • 50 – 75/ 1000 kelahiran; baik; (4)
  • 76  – 100/ 1000 kelahiran; sedang; (3)
  • 101 – 150/ 1000 kelahiran; jelek; (2)
  • > 150/ 1000 kelahiran; sangat jelek; (1)

Catatan IMF 2007: Indonesia 46/oo dan Malaysia 10/oo

Komposisi penduduk, Bagamana kondisi pada RLA dan RLP

  • 0-20% komposisi penduduk tiap sektor berimbang antar aspek; sangat jelek (1)
  • 21-40% komposisi penduduk tiap sektor berimbang antar aspek; jelek (2)
  • 41-60% komposisi penduduk tiap sektor ber imbang antar aspek; sedang (3)
  • 61-80% komposisi penduduk tiap sektor berimbang antar aspek; baik (4)
  • 81-100% komposisi penduduk tiap sektor berimbang antar aspek; sangat baik (5)

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), bagaimana kondisi TPAK pada RLA dan RLP

  • TPAK antara 00-20%; sangat jelek (1)
  • TPAK antara 21-40%; jelek (2)
  • TPAK antara 41-60%; sedang (3)
  • TPAK antara 61-80%; baik (4)
  • TPAK antara 81-100%; sangat baik (5)

Resume/ kesimpulan

Hasil penilaian dan pembandingan antara RLA dengan RLP adalah untuk menentukan atau menetapkan angka yang hasilnya dapat digunakan untuk membandingkan

  • Kondisi sebelum (eksisting) dengan prakiraan sesudah ada proyek
  • Angka yang dihasilkan dengan angka standar yang digunakan atau baku mutu yang digunakan

Menetapkan angka penilaian hasilnya: besar/ kecil, baik/ tidak baik, penting/ tidak penting

Kondisi sebelum/ setelah ada proyek

MPAD Sosio Kependudukan

Apa yang terjadi ??

MPAD Sosio Kependudukan

Kondisi sebelum/ setelah ada proyek

MPAD Sosio Kependudukan

Membaca hasil parameter demografi

Struktur penduduk – menggambarkan:

  • 1. Kualitas penduduk secara Makro
  • 2. Sifat / kualitas penduduk secara Mikro

Contoh bahan renungan

Komposisi umur

  • seperti kepala batu nisan = >50% produktif ???
  • seperti piramida = >50% anak-anak ???
  • seperti peluru = merata ???

Komposisi mata pencaharian

  • >60% sebagai petani, buruh tani, buruh ???
  • >60% Sebagai PNS, peg. jasa, peg. industri ???

Komposisi menurut pendidikan

  • >60% pendidikan paling tinggi SLTP ???
  • >60% pendidikan paling rendah SLTA ???

Sketsa populasi

MPAD Sosio Kependudukan

Sifat dan kondisi penduduk

MPAD Sosio Kependudukan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s