Kajian Dampak Kumulatif

  • Kajian Dampak Kumulatif merupakan pengembangan dari metodologi kajian AMDAL
  • Kajian Dampak Kumulatif mempunyai batasan ruang dan waktu yang lebih luas, seperti: terjadinya hujan asam, perubahan iklim, pemanasan global, kelestarian keanekaragaman hayati dan dampak terhadap pembangunan yang berkelanjutan
  • Sedangkan AMDAL hanya berskala Proyek

Kelemahan AMDAL (CEARC, 1986)

  • Mengabaikan efek penambahan akibat adanya pembangunan yang berulang di satu ekosistem
  • Tidak mengkaji secara mendalam suatu kegiatan yang berkembang mendorong kegiatan lain
  • Mengabaikan perubahan kemampuan sistem ekologis dalam menetralisir tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan yang makin intensif
  • Tidak memberikan dorongan untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan yang lebih komprehensif yang melindungi kepentingan masyarakat luas

Tabel 1. Karakteristik amdal konvensional dan kajian dampak kumulatif (lawrence, 1994)

Kajian Dampak Kumulatif

Definisi/ Pengertian

Dampak Kumulatif adalah dampak-dampak terhadap lingkungan yang disebabkan oleh penambahan dampak (incremental impact) dari suatu kegiatan jika ditambahkan dampak yang terjadi akibat kegiatan lain dimasa lalu, saat ini dan dampak yang diperkirakan dapat terjadi dimasa mendatang.

Jenis Dampak Kumulatif

  • Eccleston (2001) menggambarkan dampak kumulatif sebagai penjumlahan dari dampak-dampak individual yang berasal dari berbagai kegiatan masa lalu, saat ini dan masa datang (Gambar 1 dan 2)
  • Interaksi dampak dapat bersifat countervailling atau sinergis. “Countervailling”, bila dampak akhir lebih kecil dari penambahan dampak individual, sedangkan sinergis bila dampak akhir lebih besar (Gambar 2)

Kajian Dampak Kumulatif

Gambar 1. Penyederhanaan konsep tentang faktor-faktor sinergis dapat mempengaruhi dampak kumulatif (Eccleston, 2001)

Kajian Dampak Kumulatif

Rencana kegiatan waktu lalu, saat ini dan rencana kegiatan masa mendatang

Gambar 2. Perbedaan dampak yang bersifat additif /penambahan dengan dampak yang bersifat sinergis

Jenis Dampak Kumulatif

  • Paterson et al. (1987) mengklasifikasikan dampak kumulatif berdasarkan jenis kegiatan dan proses terjadinya dampak kumulatif. Interaksinya dapat dilihat di Tabel 2
  • Sedangkan terjadinya dampak kumulatif dapat melalui empat jalur seperti pada Gambar 3 dan contohnya dapat dilihat pada Tabel 2

Kajian Dampak Kumulatif

Gambar 3. Jenis Dampak Kumulatif Berdasarkan Paterson (1987)

Tabel 2. Proses terjadinya dampak kumulatif

Kajian Dampak Kumulatif

Jenis Dampak Kumulatif berdasarkan Canadian Environmental Assessment Agency, 2000

  • Transport unsur fisika-kimia berpindah jauh dari sumbernya (emisi gas buang, pembuangan limbah cair dan sedimen)
  • Kerusakan terjadi secara bertahap (perlahan-lahan). Contoh: pembukaan lahan untuk pembangunan jalan baru di kawasan hutan (perubahan PL, kemudian hilang habitat flora dan fauna)
  • Penumpukan ruang dan waktu: banyak kegiatan pada waktu yang bersamaan dan kawasan yang sempit
  • Potensi yang diakibatkan oleh pertumbuhan: setiap kegiatan baru, akan timbul kegiatan berikutnya

Dampak kumulatif ini dapat dilihat pada Tabel 3

Tabel 3. Contoh Dampak Kumulatif Council On Environmental Quality’s Modifikasi Dari NRC 1986 dan SPALING 1995

Kajian Dampak Kumulatif

Prinsip-Prinsip Kajian Dampak Kumulatif yang telah disepakati antara lain

  • DK merupakan pengumpulan dari dampak-dampak kegiatan masa lalu, saat ini dan masa mendatang
  • DK merupakan dampak total, termasuk dampak langsung maupun tak langsung
  • DK perlu dianalisis dalam terminologi sumberdaya alam, ekosistem dan masyarakat terkena dampak
  • Dampak yang dianalisis terfokus pada dampak yang bermakna bagi pengambilan keputusan
  • DK tidak dibatasi oleh batas administrasi dan politis
  • DK dapat dihasilkan dari akumulasi dampak yang sama maupun dari interaksi sinergis dari berbagai dampak
  • DK dapat berlangsung lama setelah kegiatan berakhir

Integrasi Dampak Kumulatif dalam AMDAL

  • Europian Commission (2000), perlu ada dua perubahan mendasar dalam kajian AMDAL yaitu dari aspek ilmiah dan aspek institusi
  • Spaling et al. (1993), penentuan batas wilayah studi perlu lebih luas dan proses perencanaan dan pengambilan keputusan perlu dukungan ilmiah
  • Bailey (1993), DK dilakukan bila terjadi pertentangan tata guna lahan yang perlu penyelesaian, banyak kegiatan pada kawasan yang terancam kondisi lingkungannya dan terdapat proyek-proyek baru yang dampaknya apakah dapat diterima ?

Pengelolaan Dampak Kumulatif

  • Prinsip utamanya: mencegah, mengurangi atau mengendalikan dampak dengan melakukan modifikasi.
  • Kesulitannya untuk menentukan siapa yang harus mengelola dampak tersebut, Pemerintah sebagai penanggung jawab hendaknya mengkoordinasikan dalam bentuk perencanaan pengelolaan lingkungan yang terpadu

Antisipasi Dampak Kumulatif

  • Risk Assessment merupakan salah satu metode efektif untuk menyajikan faktor ketidakpastian ini kepada pengambil keputusan
  • Faktor ketidakpastian dapat dikurangi dengan menggunakan alat bantu komputer dan GIS
  • Evaluasi pemantauan disusun untuk memberikan umpan balik yang efektif dalam pengelolaan dampak kumulatif

Analisis Dampak Kumulatif

Kajian Dampak Kumulatif

Contoh

Kajian Dampak Kumulatif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s