Tipologi Ekosistem

Pembedaan Ekosistem

Pembedaan ekosistem dapat mengacu pada:

  • elevasi/ altitude.
  • lintang/latitude
  • iklim
  • penutupan

Tipe Dasar Ekosistem

Klasifikasi berdasarkan gambaran struktur spesifik untuk lingkungan tertentu

  • Terrestrial
  • Estuarin
  • Marin

Alpin

  • Elevasi diatas 4000 m dpl.
  • Kelembaban tinggi
  • Suhu rendah
  • Diversitas spesies rendah

Tundra

  • Penuh tumbuhan lumut
  • Kelembaban tinggi
  • Suhu rendah
  • Diversitas spesies rendah

Hutan Koniferous

  • Didominasi tumbuhan berdaun jarum
  • Lantai hutan terang
  • Jenis herba dan semak jarang
  • Produktivitas relatif rendah
  • Diversitas tumbuhan dan hewan rendah

Hutan Desidous

  • Hutan berdaun lebar
  • Stratifikasi mulai bervariasi
  • Terdapat di daerah tropis
  • Produktivitas tinggi

Hutan Hujan Tropis

  • Suhu dan kelembaban tinggi
  • Diversitas tumbuhan dan satwa tinggi
  • Produktivitas dan biomassa tertinggi
  • Suksesi klimaks
  • Stratifikasi sangat bervariasi

Savana

  • Stratifikasi minimum
  • Jarang terdapat jenis tumbuhan tinggi, dominan rumput
  • Kelembaban rendah

Gurun

  • Temperatur tinggi
  • Kelembaban rendah
  • Perubahan suhu harian sangat signifikan
  • Diversitas spesies rendah
  • Umumnya di daerah tropis

Perairan Tawar Tergenang (Lentik)

Tumbuhan dominan tepi danau:

  • Typha
  • Nymphea
  • Potamogeton
  • Scirpus
  • Sagitaria
  • Chara
  • Spirogyra

Perairan Tawar Mengalir (Lotik)

Tumbuhan dominan tepi sungai:

  • Potamogeton
  • Scirpus
  • Polygonum
  • Ruppia
  • Chara
  • Echinochola
  • Vallisneria
  • Najas

Hutan Pantai Landai

Ciri fisik:

  • Pasir lembut
  • Organisme toleran ter hadap salinitas tinggi
  • 25-50 m ke arah darat
  • Bergabung dengan hutan di belakang

Formasi vegetasi:

  • Pes-caprae
  • Pandanus
  • Widuri
  • Baringtonea
  • Habitat peneluran: Chelonia mydas, Careta careta, Eretmochelis imbricata, Dermochelis coryacea

Mangrove

  • Lokasi dekat dengan muara sungai sehingga turbiditas tinggi
  • Berlumpur
  • Kawasan pasang surut
  • Formasi vegetasi kontinyu
  • Indikator – ikan gelodok

Rocky Shore

  • Ciri fisik tebing atau kapur tua
  • Banyak terdapat gua pantai
  • Komunitas dominan: Nerita, Balanus, Aerodramus

Sandy Shore

  • Salinitas tinggi, pasir putih
  • Ombak kecil dan perairan jernih
  • Komunitas rumput laut: Halophila, Thalassia, Enhalus
  • Komunitas Echinodermata: Asterias (bintang laut), Deadema (bulu babi), Ophiopolis (bintang ular laut), Echinus (landak laut)

Muddy Shore

  • Perairan payau
  • Turbiditas tinggi,
  • Substrat lumpur
  • Komunitas kepiting: Uca, Sesarma

Saltmarsh

  • Rawa dengan salinitas tinggi
  • Komunitas peralihan antara tawar dan perairan asin
  • Komunitas tumbuhan herba, semak dan rumput.

Shallow Sea Benthos

  • Ciri fisik: perairan payau, umumnya jernih
  • Komunitas pasir a.l.: Ocypoda, Chiridotes, Emerita, Pagurus
  • Komunitas kerakal a.l: Littorina, Balanus, Ostrea, Mytilus, Leptogorgia

Coral Reef

  • Ciri fisik: suhu hangat > 22 ºC, sangat jernih, intensitas cahaya total, salinitas normal 33 – 35 ‰, jauh dari muara sungai
  • Komunitas ikan2 karang: kerapu, beronang, ekor kuning, kuda laut dll.
  • Terdapat 32 spesies ikan dari 132 spesies bernilai ekonomi tinggi.

Deep Sea Benthos

  • Organisme bentos yang menempati kawasan profundal
  • Tidak ada lagi penetrasi cahaya
  • Produktivitas dan biomassa rendah
  • Diversitas tertinggi pada jeluk 2.000 m (>500 sp.)

Pelagic Plankton

  • Plankton yang menempati zona fotik (masih terjadi fotosintesis),
  • Diversitas spesies sangat tinggi
  • Transparansi cukup
  • Produktivitas dan biomassa tinggi

Pelagic Nekton

  • Zona fotik yang merupakan kawasan aktivitas berbagai jenis ikan
  • Kekayaan jenis ikan sangat tinggi
  • Umumnya jernih
  • Produktivitas dan biomassa tinggi

Neuston

  • Permukaan paling luas di dunia
  • Cahaya matahari total
  • Lapisan teratas perairan yang banyak ditemui hewan terapung,
  • Contoh: anggang-anggang laut

Structural

  • Watershed
  • Catch-ment area
  • Discharge
  • Slope
  • Basin
  • Topography
  • Bathymetry

Functional
Tipologi Ekosistem
Aerial

Tipologi Ekosistem

Aspek penting

  • Transport sedimen
  • Aliran energi
  • Distribusi nutrien
  • Migrasi dan kolonisasi
  • Jaring makanan (food-web )
  • Kondisi ekstrim
  • Kekuatan random (stochastic)

Green turtle

Tipologi Ekosistem

Salmon

Tipologi Ekosistem

Eel

Tipologi Ekosistem

Egretta garzetta (little egret)

Tipologi Ekosistem

Penutup

  • Ekosistem tergantung iklim
  • Tidak ada ekosistem yang berdiri sendiri
  • Tidak ada ekosistem yang dapat memberikan semua keperluan organisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s