Dari Kendaraan Bermotor Menuju Sepeda

Dari Kendaraan Bermotor Menuju Sepeda

Kemacetan Jakarta yang sangat parah. Photo used under Creative Commons from Vasenka

Kota-kota besar di Indonesia sudah menghadapi kompleksitas transportasi masyarakat di dalamnya. Kendaraan bermotor dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010 ada sekitar 76 juta kendaraan bermotor dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 85 juta unit.

Jumlah ini terus meningkat pada tahun 2012 dan memusat di kota-kota besar di Indonesia. Di Jakarta, misalnya, jumlah kendaraan bermotor terus melambung tinggi. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai lebih dari 13 juta tercatat sampai April 2012.

Masalah yang Disebabkan Kendaraan Bermotor.

Di kawasan kota, kendaraan bermotor yang banyak jumlahnya ini menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Kemacetan merupakan fenomena yang membuang energi terlalu besar. Selain menghabiskan bahan bakar, kemacetan juga merugikan hasil produktif yang seharusnya dihasilkan oleh setiap orang selama waktu yang dihabiskan dalam jebakan macet.

Para pekerja dan pebisnis kehilangan jam-jam berharga untuk terjebak dalam kemacetan. Kondisi ini sangat merugikan terutama di era modern di mana segalanya dituntut serba cepat dan penuh persaingan.

Dari sisi lingkungan, kendaraan bermotor sangat berbahaya karena menyebabkan polusi udara. Asap kendaraan bermotor mengandung Karbondioksida, salah satu zat gas rumah kaca yang dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi.

Asap kendaraan ini juga mengandung gas racun Karbonmonoksida yang dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan. Gas beracun ini jika masuk ke dalam darah dapat berikatan dengan haemoglobin dan membentuk Karboksihaemoglobin yang berbahaya bagi tubuh.

Dalam asap kendaraan juda ditemukan Oksida Belerang dan Oksida Nitrogen yang dapat menyebabkan hujan asam dan asap kabut yang mengganggu mata dan pernapasan. Berbagai penyakit juga dapat disebabkan oleh paparan gas-gas dari asap kendaraan dalam jangka panjang, seperti kanker dan resiko stroke.

Lingkungan dengan banyak kendaraan bermotor tidak hanya tercemar udaranya tetapi juga alasan estetisnya. Kota-kota yang dipenuhi kendaraan bermotor lebih bising dan kurang indah dibandingkan dengan kota-kota yang memiliki lebih sedikit kendaraan bermotor.

Semakin banyak kendaraan bermotor, semakin banyak ruang yang dibutuhkan, semakin mengurangi kawasan terbuka hijau di kota. Kondisi ini mengurangi estetika lingkungan hidup yang dihuni masyarakat. Lebih parah lagi, pemakaian kendaraan bermotor dalam jumlah besar menyebabkan konsumsi bahan bakar yang semakin besar dan mengancam cadangan bahan bakar Indonesia.

Kampanye Indonesia Bersepeda.

Selama ini, kendaraan bermotor dijadikan sebagai alat transportasi utama masyarakat Indonesia. Parahnya, kendaraan bermotor ini sebagian besar merupakan kendaraan pribadi. Dengan berbagai permasalahan yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, sudah seharusnya kita berpindah ke sepeda.

Sepeda merupakan alat transportasi yang tepat di dalam kota. Sepeda merupakan alat transportasi yang tidak menghasilkan polusi dan tidak menghabiskan bahan bakar. Selain itu, sepeda tidak merusak keindahan dan dapat menunjang kesehatan masyarakat. Sepeda juga memiliki harga yang relatif lebih terjangkau oleh masyarakat umum.

Pemakaian sepeda untuk kebutuhan sehari-hari belum membudaya di Indonesia padahal banyak orang sudah menyadari betapa pentingnya beralih ke sepeda. Oleh karena itu, dibutuhkan gerakan kampanye Indonesia bersepeda. Gerakan ini sudah dilakukan di Kota Jogja dan dimotori oleh Pemerintah Kota.

Kampanye di sana menggunakan slogan “Sego Segawe” yang merupakan akronim yang berarti sepeda untuk sekolah dan bekerja. Kampanye ini perlu dilakukan secara nasional sehingga kota-kota besar pada umumnya dapat mengalihkan alat transportasi warganya menjadi sepeda. Jika berhasil dilakukan, lingkungan Indonesia menjadi lebih asri dan sehat, tidak ada kemacetan, dan tidak banyak energi terbuang sia-sia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s