Dicumbu Wina

Bila Prancis populer dengan Eiffel Tower, maka Vienna memiliki Mozart. Kota Vienna di Austria ini merupakan kota nan Indah beserta cerita sejarahnya yang panjang, selain itu juga sebagai pusat kebudayaan terutama bagi musik klasik, pertunjukan opera dan karya seni. Kota yang dulunya sebagai bekas ibukota Kekaisaran Austro-Hungarian ini juga menyimpan sejumlah besar monumen sejarah, istana-istana yang spektakuler, museum, gereja-gereja berornamen dan juga katedralnya. Sepanjang tahun, kota beken ini dipenuhi oleh berbagai ragam konser musik dan pertunjukan. kesimpulannya kota terbesar di Austria ini telah menjadi tujuan favorit bagi penikmat jalan-jalan.

Pertama kita punya Wiener Riesenrad, yaitu wahana hiburan berupa roda berputar raksasa di taman bermain Wurstelprater yang cocok bagi para pencari ketegangan. Untuk bisa menaiki “raksasa” ini kita akan ditarik uang sebesar 8 Euro atau sekitar 100.000 rupiah, sebaliknya hanya mengelilingi tempat kenamaan ini dan menikmati pemandangan menakjubkannya kita tidak dipungut biaya alias gratis..tis..tis.

Musik klasik

Wina atau Wien dalam bahasa Jerman dan Viena dalam bahasa Inggris tersohor di dunia disebabkan oleh musik klasik dan warisan pertunjukan operanya. Tidak hanya itu, master-master komposer serupa Beethoven, Haydn, Salieri, Mozart, Gluck, bahkan Bach membesarkan karya mereka dari kota kondang ini. Bisa kita lihat bahwa Vienna sangat terorientasi oleh budaya musik klasik.

Nah, salah satu lokasi yang wajib dikunjungi oleh para penikmat petualangan di Kota terkenal ini adalah Mozarthaus, yaitu bekas kediaman sang komposer sendiri (aka Mozart) yang sekarang beralih fungsi menjadi museum dan tempat konser kecil. Dengan biaya tidak terlalu mahal (aka harga mahasiswa) kita dapat masuk ketempat ini yaitu sebesar 8 Euro atau sekitar seratus ribu Rupiah. Sekedar info, tempat-tempat bertema Mozart bisa kita temukan di seluruh Vienna, lebih lanjut ada juga toko-toko souvenir dengan cokelat-cokelatnya yang oleh penduduk lokal diberi nama Mostly Mozart. Obyek dan tempat lainnya yang harus dilihat oleh para traveller adalah patung Mozart di Istana Hofburg yang dihiasi dengan simbol musik tersusun dari bunga di depannya, kafe-kafe, restauran-restauran bernama Mozart, dan juga tak ketinggalan konser Mozart atau Strauss di gedung Kursalon dengan harga tiket yang cukup murah dan pilihan pertunjukan. Tidak semua di kota masyhur ini berbau Mozart, tetapi terdapat juga Haydn, Schubert, Strauss, dan Bethoven baik itu berupa museum, toko, maupun konser di seluruh penjuru kota Vienna. Pokoknya kita tidak akan pernah kekurangan musik di sini.

The Wiener Staatsoper. Kita dapat melakukan tur di rumah opera ini dengan biaya dibawah 5 Euro atau sekitar 62.000 Rupiah. Bangunan satu ini merupakan rumah bagi para artis opera dan balet ternama. Apabila kita suka melihat pertunjukan simfoni-simfoni besar dunia, nah beberapa musisinya diambil dari rumah kondang ini. Dekat dengan Wiener Staatsoper terdapat Haus der Musik, rumah musik ini adalah sebuah museum unik yang memanjakan wisatawannya dengan sepotong philharmonic atau orkes simfoni. Komposer-komposer terbaik kota Vienna beserta penekun multimedia musik lainnya akan memberikan performance terbaik mereka hanya dengan 9 Euro (RP. 115.000). Sebuah kepuasan yang tidak akan kita dapatkan di belahan bumi manapun selain di sini.

Sejarah, seni, dan asitektur

Kalau anda adalah penggelut ilmu sejarah atau pengagum seni arsitektur atau musik klasik dapat membuat anda bosan, maka anda bisa menjelajahi Imperial Apartments dan Schatzkammer atau ruang harta. Tidak hanya dekat dengan restauran-restauran ciamik serta beraneka macam kafe-kafe Vienna, di sini tersimpan harta-harta dari dinasti Habsburg. jangan lupa juga untuk mengunjungi Austrian National Library atau perpustakaan nasional Austria beserta empat museumnya dan Spanish Riding School atau tempat training bagi kuda-kuda tersohor Lipizzan.

Vienna memiliki dua museum kembar bertempat di Ringstraße atau Ringstrassa atau jalan melingkar yang mengelilingi tengah kota Vienna. Kedua museum ini diberi tugas oleh kaisar untuk menjaga koleksi harta-harta dari dinasti Habsburg.

Museum pertama bernama Kunsthistorisches Museum atau Museum Sejarah Seni, merupakan Museum dengan koleksi karya seni terbanyak di dunia. Gedung megah ini menyimpan lukisan-lukisan dari abad ke 18, koleksi karya seni pada periode Renaissance dan Baroque, tidak hanya itu ada juga koleksi benda seni dari wilayah Mesir, Yunani, dan Romawi Kuno.

Lokasi yang kedua adalah Naturhistorisches Museum Wien atau Museum Sejarah Alam Wina. Lokasi bersejarah ini terkenal sebagai salah satu museum terpenting Eropa dengan koleksi berbagai macam artefak serta sejarah alam lainnya.

Berada di Vienna, kita harus berhati-hati terhadap biaya masuk dari setiap tempat menakjubkan di sini! Ya benar, sebab setiap lokasi akan menarik uang masuk serta menguras dompet kita dan karena hal itulah kita harus menikmati, mempelajari, menganalisa, mengobservasi, serta mengamati setiap karya seni dan benda bersejarah yang ada di setiap tempatnya tanpa tergesa-gesa.

Lelah menelusuri Wina? dan ingin yang gratis? Nah ada dua taman yang bisa dituju untuk bersantai yaitu Burggarten dan Volksgarten. Kedua taman ini merupakan tempat yang indah dan dipenuhi bunga serta dipercantik dengan patung-patung kerennya.

Setelah bersantai di taman, perjalanan dapat kita lanjutkan kembali ke lokasi yang bernama The Museumsquartier atau Museum Quarter yang merupakan area besar di distrik ke 7 Vienna. Di area unik ini terdapat MUMOK (Museum of Modern Art Ludwig Foundation Vienna) dan Kunsthalle Wien (untuk seni modern), Leopold Museum (untuk karya seni Austria), dan Architekturzentrum Wien (untuk arsitektur dan desain perkotaan). Selain itu MAK atau Museum of Applied Arts juga layak untuk dilihat dan hebatnya lagi masuk kesini pada hari selasa gratis loh!

Bila Perancis bangga dengan Versailles, maka Vienna dianugrahi The Schönbrunn Palace yang terletak agak jauh dari pusat kota, namun sangat layak untuk disambangi dengan istana dan kebun indahnya yang luas. Untuk dapat masuk kedalam istana akan dikenakan biaya mulai dari 10 Euro sampai 15 Euro atau sekitar 130 ribu sampai 200 ribu Rupiah tergantung dari jenis tur yang diambil, namun kita dapat masuk ke kebunnya secara gratis dan menghabiskan waktu agak lama di tempat indah ini untuk piknik, joging, maupun hanya membaca buku.

Sebagai salah satu pilihan bagi para turis ada Tiergarten Schonbrunn, yaitu kebun binatang tertua yang berlokasi dekat dengan Schönbrunn Palace.

Masih ada satu lagi istana mengagumkan di Vienna yaitu Belvedere atau sebuah kompleks istana yang dekat dengan pusat kota. Kita bisa masuk ke taman di kompleks yang cantik ini secara gratis yang berlokasi di antara bagian atas Belverede dan bagian Bawah istana Belverede untuk menghindar dari hiruk-pikuk kota Vienna. Selain itu di sini juga terdapat museum Belverede untuk kita kunjungi.

Museum lainnya untuk disinggahi adalah Freud Museum di Distrik Alsergrund yang dulunya merupakan tempat tinggal Sigmund Freud. Satu tiket untuk bisa menelusuri ruang-ruang di sini dicharge 6 Euro atau IDR 76.000. Lebih lanjut, kita dapat mempelajari semua hal tentang dunia psikologi dengan berkeliling di tempat unik ini. Satu hal penyebab Freud Museum lebih menyenangkan adalah banyak terdapat kafe dan restoran yang menarik bagi mahasiswa dari kampus terdekat.

St. Stephen’s Cathedral dalam bahasa Jermannya Stephansdom di Stephenplatz atau Square Centernya Vienna ini memiliki gaya arsitektur Romanesque (abad pertengahan Eropa) dan gaya arsitektur Gothic atau abad pertengahan akhir Eropa. tempat bersejarah ini menawarkan konser-konser, tur menyelusuri ruang-ruang gereja dan catacombs di sini. Nah, di Katedral St. Stephen para pecinta petualangan dapat melihat pemandangan kota Vienna dari Tower Selatan setelah menaiki 343 anak tangga. Ngos-ngosan pastinya!

Seakan tak ada habisnya keindahan Wina, di kota seribu musik ini masih terdapat St. Charles’s Church (dalam bahasa Jerman disebut Karlskirche) yang terletak di Karlplatz yaitu alun-alun di perbatasan distrik pertama dan ke empat Vienna. Tidak hanya obyek wisata terkenal dengan pengaruh gaya arsitektur pada periode Baroque ini yang akan kita temukan, tapi disini juga menyelenggarakan konser-konser musik klasik. Bila kita menyempatkan berkunjung ke Gereja St. Charles, maka kita akan dapat menyaksikan Requiem Mozart dimainkan dalam Gereja St. Charles dalam tur yang ditawarkan. Sebagai info tambahan, kita dapat menaiki lift untuk mencapai ruang observasi di kubahnya Gereja ini. Selama petualangan anda, sediakan juga waktu untuk merasakan suasana taman kerennya Town Square Karlplatz dengan beberapa museum disekitarnya seperti Clock Museum, restauran-restauran dan kafe-kafe modernnya.

Vienna Cuisine

Kalau soal kuliner, Vienna memiliki makanan tradisionalnya sendiri meskipun sering diperlakukan sebagai kuliner Austria. Beberapa hidangan yang populer yaitu Rindsuppe (sup jernih daging sapi dinikmati dengan roti Austria dan campuran beberapa sayuran), Wiener Schnitzel (potongan daging sapi tipis yang ditumbuk dan dilapisi tepung roti disajikan dengan digoreng), Gulasch (sup daging ditambah sayuran terutama kentang dan diberi bumbu paprika serta rempah-rempah lainnya), Tafelspitz (rebusan daging sapi ditambah saus apel dan lobak), dan Selchfleisch (daging asap) yang biasanya disajikan bersama sauerkraut atau lobak hasil fermentasi dan sayur kacang.

Berdasarkan fakta, meskipun Denmark bangga dengan “Danish Pastry”, namun orang-orang Denmark sendiri menyebut kue Denmark ini dengan wienerbrød atau “roti Vienna” karena aslinya kue ini berasal dari Vienna dan bukan dari Denmark. Benar, dessert spesial yang sedang kita bicarakan ini merupakan jenis pastry yaitu semua jenis kue yang dibakar disajikan dengan berbagai macam variasi termasuk strudel atau jenis pastry yang berlapis-lapis dan biasanya ada berbagai macam variasi isian manis di dalamnya lalu diolah dengan ciri khas kota Vienna. Beberapa diantaranya adalah Apfelstrudel atau strudel apel dan Topfenstrudel atau strudel dengan isi keju segar di dalamnya dan seringkali dihidangkan dengan saus vanila. Penganan nikmat lainnya dan merupakan ciri khas kota ini adalah Sachertorte atau cake cokelat dengan beraneka ragam variasinya. Dapat kita simpulkan Vienna adalah kota 1001 roti.

Café Culture

Kendatipun terdapat banyak bar di seluruh penjuru Wina yang menyediakan bir dan wine Austria, tetapi ada beberapa kafe recommended di Rumah Kopi Wina atau ikatan kafe penyedia kopi di Wina. Menarik, karena para penikmat kopi dapat merasakan dan bereksperimen mengenai berbagai macam rasa dan kelezatan kopi yang disediakan bersama dengan sepiring kecil strudel nan manis di seluruh afiliasi kafenya. Lebih dari itu, Kafe-kafe di sini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kopi saja, namun juga sebagai tempat bersosialisasi, membaca dan menulis buku, serta bertukar gosip. Tidak hanya itu, ada beberapa tradisi yang menghiasi kafe-kafe di Wina, dua diantaranya adalah perpustakaan dan lantunan-lantunan musik dari piano yang terkadang klasik dan bahkan jazz. Untuk sebuah kafe nyaman nan unik diantara kafe-kafe menyenangkan lainnya, kita dapat mengunjungi Café Greinsteidl di dekat Hofburg Palace.

Akhir kata, mengunjungi Wina ibarat kembali ke dalam sejarah masa lalu, saat tidak ada tempat menarik di bumi. Wah, unik, terkadang eksotik, dan seringkali tampil cantik, Wina akan terus mencumbu setiap turis yang datang kepadanya. Ibarat Cafe de Flore di Paris, Wina selalu abadi dalam kenangan.

Dicumbu Wina

Suasana Cozy di Café Culture Wina, Photo used under Creative Commons from Kieran Lynam

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s