Mengenal Jenis Sampah dan Pengolahannya

Sampah adalah masalah yang sepertinya tidak pernah selesai. Setiap hari selalu saja ada sampah baru teronggok, menyebabkan bau, dan merusak pemandangan. Kita tentu tidak bisa selamanya hanya mengeluh dan menyingkir, apalagi cuma menyalahkan orang lain. Kita harus lebih tanggap terhadap sampah yang ada di sekitar kita.

Mari kita mulai dari mengenal jenis-jenis sampah lalu mulai memikirkan cara pengolahannya. Sampah pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah sampah basah yang juga dikenal sebagai sampah organik dan sampah kering atau anorganik. Sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah untuk diurai. Dan sampah yang anorganik cukup sulit terurai dalam tanah.

Contoh sampah organik adalah sampah sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan. Jenis sampah ini umumnya berasal dari pasar dan permukiman warga. Sedangkan contoh sampai anorganik adalah plastik, kaleng, dan styrofoam. Sampah jenis ini banyak dihasilkan oleh kegiatan industri dan perdagangan meski ada juga yang berasal dari rumah tangga.

Sampah organik dan anorganik sebaiknya dipisah sejak pertama dibuang agar memudahkan pengelolaannya nanti. Setiap rumah dianjurkan memiliki paling tidak 2 tempat sampah, satu untuk sampah jenis organik dan satu lagi untuk sampah anorganik. Bila perlu, tambahkan satu tempat sampah lagi untuk sampah jenis B3 (Bahan Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk membuang bekas obat atau racun serangga.

Selanjutnya, kita akan membahas jenis sampah secara lebih terperinci lengkap dengan pengelolaannya. Sampah organik dibedakan lagi menjadi 2 kelompok. Pertama sampah organik hijau, terdiri dari sisa sayuran dan buah-buahan. Misalnya, tangkai atau daun singkong, kangkung, bayam, kulit buah-buahan, ampas kelapa, dan sampah kebun.

Yang kedua adalah sampah organik hewan, meliputi sisa dari udang, ayam, daging, dan telur. Kedua kelompok sampah organik tadi harus dipisah agar tidak menimbulkan bau yang menyengat saat terjadi pembusukan. Selain itu, sampah organik hijau yang sudah terpisah bisa kita jadikan kompos yang mengandung mineral baik bagi pertumbuhan tanaman.

Berikut kami punya panduan sederhana membuat pupuk kompos dengan menggunakan sampah rumah tangga sebagai bahannya. Siapkan sampah-sampah organik seperti daun-daun, sayuran sisa dan buah sisa atau busuk. Usahakan sampah tersebut berukuran kecil-kecil. Selanjutnya, sediakan  ember yang cukup besar atau drum.

Lubangi bagian dasarnya dan letakkan wadah tersebut di halaman. Lubang itu akan mengalirkan air rembesan dari sampah tadi. Masukkan sampah organik ke dalam wadah setiap hari. Gunakan tanah, kapur, atau serbuk gergaji sebagai bahan taburan secara berkala untuk menyerap bau. Setelah penuh, tutup wadah dengan tanah dan diamkan selama dua bulan. Setelah itu, kompos siap digunakan untuk menyuburkan tanaman. Sedangkan wadah tadi bisa dijadikan pot tanaman hias.

Sekarang kita beralih ke jenis sampah anorganik. Sampah anorganik yang paling sering kita jumpai adalah plastik. Beberapa pihak sudah menghimbau untuk mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian kita. Misalnya dengan membawa keranjang belanja sendiri saat ke pasar atau membawa bekal makanan dari rumah saat ke sekolah atau bekerja.

Sampah plastik seperti bungkus jajanan, bungkus detergen, atau sedotan sebenarnya bisa didaur ulang menjadi barang kerajinan yang bernilai guna. Anda pasti pernah menemukan bunga buatan dari sedotan atau tas dari anyaman bungkus detergen bukan? Cobalah untuk membuatnya sendiri, siapa tahu bahkan bisa dijual. Anda juga bisa menghias botol plastik bekas menjadi tempat pensil atau vas yang cantik. Eksplorasi kreatifitas Anda. Jangan lagi memandang sampah sebagai musuh.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s