Penyamakan kulit dan limbah yang dihasilkan

Proses penyamakan kulit adalah proses pengawetan terhadap kulit binatang dengan menggunakan berbagai bahan kimia pembantu proses. Bahan baku yang digunakan adalah kulit binatang (sapi, kerbau, kambing dll) terutama hasil dari rumah potong hewan (RPH). Secara garis besar proses penyamakan dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.  Pra-penyamakan (beamhouse)

Proses yang ada pada pra-penyamakan adalah sebagai berikut:

  • Pencelupan kulit dalam air selama satu malam untuk menghilangkan darah, kotoran, larutan garam dan protein.
  • Menghilangkan bulu dengan perendaman dalam kapur dan sodium sulfida,
  • Pengolahan menggunakan larutan kapur kembali (reliming).
  • Pencukuran dan penghilangan mekanis jaringan ekstra dari   sisi daging kulit, selanjutnya pemisahan (menggunakan kapur) 2/3 lapisan atas dari bagian bawah.
  • Penghilangan kapur dengan menggunakan asam lemah Vatic acid) dan pemukulan/bating dengan menggunakan bahan kimia pembantu untuk menghilangkan sisa-sisa bulu dan protein yang hancur.
  • Pengawetan menggunakan larutan garam dan asam sulfur untuk pengasaman sampai pH tertentu untuk mencegah pengendapan garam-garam krom pada serat kulit.

Gambar 10.1. Pencukuran Dan Penghilangan Mekanis Jaringan Ekstra Dari Sisi Daging Kulit

2.  Penyamakan

Penyamakan krom dilakukan dengan menggunakan krom sulfat. Proses ini untuk menstabilkan jaringan protein (collagen) dari kulit.

Gambar 10.2. Tanin (Rotary Drum) Sebagai Reaktor Penyamakan

3.  Pasca penyamakan

Proses yang ada pada pasca penyamakan adalah sebagai berikut:

  • Pressing (samming) untuk menghilangkan kelembaban kulit segar.
  • Pencukuran,
  • Pewarnaan dan pelembutan kulit yang sudah disamak menggunakan minyak-minyak emulsi (fatliquoring), didahului dengan sekali-sekali penyamakan sekunder menggunakan tanin sintesis (syntans) dan ekstrak penyamakan.
  • Pengeringan dan pencukuran akhir,
  • Pelapisan permukaan dan buffing (finishing)

Gambar 10.3. Pressing (Samming) Untuk Menghilangkan Kelembaban.

Gambar 10.4. Pengeringan Kulit Dengan Panas Matahari

Proses penyamakan banyak menggunakan air sebagai pelarut maupun sebagai pembersih. Air bekas proses penyamakan akan terbuang sebagai Iimbah cair. Kandungan pulutan dalam Iimbah cair tersebut antara lain bahan kimia pembantu proses, lemak, protein dan bahan organik lainnya dari kulit dan daging, dan padatan (kotoran dari lokasi kerja, bulu, serpihan kulit dan daging).

Disamping menghasilkan limbah cair, usaha penyamakan juga menghasilkan limbah padat. Limbah padat yang dihasilkan banyak mengandung serpihan kulit dan daging, bulu, garam, kotoran dll. Limbah cair dan padat pada usaha ini dihasilkan dad berbagai sumber (unit proses) dan setiap sumber yang ada akan menghasilkan limbah dengan karakteristik yang berlainnan. Sumber dan jenis polutan yang ada pada setiap unit proses tersebut dapat dilihat seperti pada diagram alir proses penyamakan kulit di bawah ini :

Gambar 10.5. Diagram Alir Skematis Operasi Penyamakan Kulit

Gambar 10.6. Diagram Alir Skematis Operasi Penyamakan Lanjutan

 

About these ads

4 thoughts on “Penyamakan kulit dan limbah yang dihasilkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s