Pengelolaan Limbah B3

Hierarki Pengelolaan Limbah B3

Pelaku Pengelolaan  Limbah B3

  • Penghasil
  • Pengumpul
  • Pengangkut
  • Pemanfaat
  • Pengolah
  • Penimbun

Perizinan Pengelolaan Limbah B3

  • Wajib ijin dari KLH untuk penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan, penimbunan, ijin operasi alat (incenerator, tank cleaning)
  • Rekomendasi KLH untuk :
    • Pengangkutan (ijin dari Dephub)
    • Pemanfaatan sebagai kegiatan utama (ijin dari
    • instansi berwenang)
    • Lokasi pengolahan/penimbunan (ijin dari BPN)
  • Tata cara permohonan ijin (SK Ka. Bapedal No. 68/1994)
    • Wajib AMDAL (kegiatan utama, komersil) kecuali pengumpul minyak pelumas bekas dan slop oil (cukup UKL & UPL)
    • Keputusan ijin selama 45 hari sejak permohonan diterima.

Minimisasi  Limbah B3

  • Reduksi pada sumber dengan pengolahan bahan.
  • Subsitusi bahan, yaitu mengganti penggunaan bahan yang memiliki potensi menimbulkan limbah B3 dalam jumlah besar dan bersifat sangat toksik dengan bahan yang memiliki potensi menimbulkan limbah B3 lebih rendah dan kurang toksik dan bahkan tidak toksik
  • Pengaturan operasi kegiatan, yaitu mengatur jalannya proses produksi secara sistematis dan terencana dengan mempertimbangkan pemilihan proses produksi yang dapat mengurangi timbulnya  pencemaran.
  • Penerapan teknologi bersih

Penyimpanan & Pengumpulan Limbah B3

  • Penyimpanan sementara limbah B3 adalah bagian pengelolaan limbah B3 yang bertujuan menyimpan sementara limbah B3 yang dihasilkan sendiri di lokasi penghasil limbah B3 sampai dengan suatu keekonomisan pengelolaan lebih lanjut tercapai
  • Menyimpan limbah B3 maksimal 90 hari, kecuali bagi penghasil dengan jumlah timbulan limbah B3 lebih kecil dari 50 kg per hari
  • Pengumpulan limbah B3 adalah bagian pengelolaan limbah B3 yang bertujuan menyimpan sementara limbah yang dihasilkan dari beberapa sumber di luar lokasi penghasil sampai dengan suatu keekonomisan pengelolaan lebih lanjut tercapai
  • Pengumpulan limbah B3 maksimal 90 hari
  • Teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana Kepdal No. 1/BAPEDAL/09/1995.

Persyaratan Pengangkutan Limbah B3

  • Pengangkutan limbah B3 adalah bagian dari pengelolaan limbah B3 yang bertujuan untuk memindahkan limbah B3 dari satu pelaku ke pelaku yang lain
  • Harus mendapat rekomendasi dari KLH dan ijin dari Departemen Perhubungan.
  • Harus memiliki dokumen limbah B3
  • Pengangkutan limbah B3 harus menggunakan alat angkut khusus yang dirancang sedemikian rupa yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan proses pengangkutan
  • Melaporkan kegiatan pengangkutan limbah B3.

Pemanfaatan Limbah B3

  • Pemanfaat limbah B3 adalah bagian dari kegiatan pengelolaan limbah B3 yang bertujuan memproses limbah B3 menjadi suatu produk melalui daur ulang (recycling), perolehan kembali (recovery) dan penggunaan kembali (reuse) (3R)
  • Prinsip-prinsip :
    • Aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia;
    • Mempunyai proses produksi yang handal;
    • Mempunyai standard mutu produk dan demand pasar.
  • Pemanfaat sebagai kegiatan utama, izin dari instansi teknis – rekomendasi dari KLH;
  • Pemanfaat bukan sebagai kegiatan utama, izin dari KLH.
  • Pemanfaatan yang tidak memerlukan izin :
    • terintegrasi dengan proses produksi;
    • hasil pemanfaatan kembali ke proses produksi;
    • belum masuk alat pengendali pencemaran.

Pengolahan Limbah B3

  • Pengolahan limbah B3 adalah bagian dari pengelolaan limbah B3 yang bertujuan untuk mengurangi, memisahkan, mengisolasi dan atau menghancurkan sifat/ kontaminan yang berbahaya
  • Dapat berupa:
    • Pengolahan fisika – kimia
    • Pengolahan biologis
    • Pengolahan thermal

Pengolahan Fisika Kimia

  • Tujuan untuk mengurangi, memisahkan, mengisolasi, mengubah sifat kimia dan menambah kestabilan
  • Jenis:
    • Air stripping
    • Carbon absorption
    • Steam stripping
    • Chemical oxidation
    • Membrane process
    • Solidification/ stabilization

Pengolahan secara Biologis

  • Dengan bantuan mikroorganisme, men-degradasi senyawa organik menjadi senyawa/ unsur dasar.
  • Hanya dapat untuk senyawa organik.
  • Relatif murah dan sederhana.
  • Perlu pemilihan mikroorganisme, aklimatisasi, metoda yang tepat, tempat yang luas, waktu yang lama dan nutrient tambahan.
  • Perlu ultimate indicator
  • Biodegradation & bioregulation

Pengolahan secara Thermal

  • Dengan bantuan panas mendestruksi senyawa organik atau menstabilkan senyawa anorganik
  • Persyaratan:
    • Limbah : pada umumnya untuk senyawa organik, flash point < 40oC.
    • Insenerator : type, suhu pembakaran, waktu tinggal, tinggi stack, air supply, fuels
    • Emisi
    • Effisiensi pembakaran
    • DRE dan dioxin (hanya untuk yang membakar POHCs)
    • Perkiraan dampak terhadap udara ambient

Penimbunan Limbah B3
Penimbun limbah B3 adalah bagian dari pengelolaan limbah B3 berupa penempatan permanen limbah B3 di dalam tanah yang memperhatikan persyaratan lokasi, rancang bangun, operasi dan pasca operasi

Persyaratan  Lokasi Penimbunan Limbah B3

  • Lokasi merupakan daerah yang bebas banjir 100 tahunan
  • Bebas potensi bencana alam (banjir, longsor, gempa bumi)
  • Tidak terdapat aquifer dibawahnya (minimal 4 m).
  • Berjarak minimal 500 m dari aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.
  • Curah hujan kecil.

Persyaratan  Limbah Yang Boleh Ditimbun

  • Memenuhi baku mutu TCLP
  • Telah melalui proses stabilisasi/solidifikasi, insenerasi, pengolahan lainnya.
  • Tidak bersifat flammable, explosive, reactive, infectious.
  • Tidak mengandung zat organik > 10%.
  • Tidak mengandung PCB / dioksin
  • Tidak mengandung radioaktif.
  • Tidak berbentuk cair/lumpur.

Persyaratan  Bekas Lokasi Landfill

  • Memiliki perencanaan : pemeliharaan, sistem deteksi kebocoran, drainase air tanah.
  • Uji laboratorium secara periodik.
  • Pelaporan tiap 3 bulan ke BAPEDAL.
  • Bertanggungjawab terhadap pemeliharaan serta dampak yang timbul, selama 30 tahun sejak ditutupnya landfill.

Hal-Hal yang dilarang  dalam Pengelolaan Limbah B3

  • Membuang limbah B3 langsung ke lingkungan
  • Pengenceran limbah B3
  • Impor limbah B3
  • Ekspor limbah B3, kecuali memenuhi persyaratan dan ada persetujuan dari negara penerima dan KLH.

Fasilitas pengolahan limbah B3 yang dipersiapkan

  • PPLI B3 di Jawa Barat (Cileungsi – Bogor) – Operasi;
  • PPLI B3 di Jawa Timur (Cerme — Gresik) – Pemilihan Investor oleh Pemerintah Daerah Jatim dan Gresik;
  • PPLI B3 di Kalimantan Timur (Sepaku – Kutai) – Pemilihan Investor oleh Pemerintah Daerah Kaltim;
  • PPLI B3 di Batam – Tidak ditemukan lokasi yang memenuhi syarat tempat penimbunan;
  • PPLI B3 di Sumatera bagian utara – (Lhok Seumawe – Aceh) – belum mencapai skala ekonomi

Apa yang didapatkan dengan mengolah limbah?

  • Kualitas lingkungan hidup terjaga
  • Merupakan salah satu komponen agar :
    • Penilaian PROPER baik
    • Penilaian Audit Lingkungan baik
    • Bisa meminta sertifikasi ISO 14001
About these ads

3 pemikiran pada “Pengelolaan Limbah B3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s