Kerusakan Lingkungan dan Cara Mengatasinya

Di pelajaran sekolah, murid-murid diajarkan mengenai iklim tropis Indonesia yang secara teratur mengalami pergantian dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, disebutkan bahwa siklus teratur musim kemarau dimulai sejak April hingga September dan musim penghujan diawali sejak Oktober sampai Maret. Namun sekarang faktanya, kondisi telah berubah seiring pemanasan global yang mengancam.

Aktivitas alam tidak lagi menjamin kerutinan musim kemarau dan musim hujan sesuai siklusnya. Semua terjadi akibat eksploitasi alam dan isinya oleh manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak peduli akan keberlangsungan dan kelestarian Bumi yang menjadi tempatnya bernaung dan mencari nafkah.

Bencana banjir bandang, bencana kekeringan, tanah longsor di daerah pegunungan (dataran tinggi), erosi di berbagai tempat khususnya di wilayah pantai, pendangkalan sungai di berbagai wilayah di seluruh dunia cukup memprihatinkan. Maka sekarang, manusia tidak boleh lagi egois dan memikirkan diri sendiri, karena toh pada akhirnya, kerusakan alam juga akan menganggu kehidupan manusia juga.

Pelestarian Lingkungan: Industri dan Pemerintah

Penggundulan hutan menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan karena itu, industri perkayuan, furnitur, kertas (dan pulp), penerbitan, percetakan, dan lain-lain yang bahan utamanya diambil dari kayu pohon diimbau untuk menggunakan sistem tebang pilih serta tidak menebang pohon sembarangan. Memilih pohon yang sudah tua dan menghindari menebang pohon yang masih muda, selain itu, menanam dua pohon sebagai ganti dari satu pohon yang ditebang.

Untuk pabrik, diharap perusahaan membuat tempat pembuangan limbah sesuai aturan yayasan lingkungan hidup untuk mencegah pembuangan limbah sembarangan sehingga mencemari tanah dan air (sungai dan laut) yang lambat laun dapat menyebabkan keracunan air minum. Dalam skala besar, pemerintah—mau tidak mau—harus memikirkan transportasi yang aman dan nyaman demi mengajak masyarakat untuk secara suka cita semakin tertarik memilih naik kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.

Selain untuk mengatasi masalah kemacetan, tentunya untuk mengurangi emisi karbon penyebab polusi udara dan pemanasan global. Tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai ataupun juga di lahan resapan air (hujan). Seyogianya tidak pula mendirikan bangunan tanpa izin agar tidak bertentangan dengan tata kota dan tata ruang dari pemerintah yang terutama dirancang dengan memerhatikan kondisi lingkungan alam. Menyesuaikan arsitektur bangunan dengan iklim sekitar jelas merupakan langkah bijaksana. Rumah di iklim tropis yang rancangannya sesuai tentu dapat mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan.

Pelestarian Lingkungan: Langkah Sederhana

Sebenarnya, cukup mudah melakukan tindakan nyata untuk membantu Bumi. Bila merasa masih belum mampu mendaur ulang kertas sendiri, banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan. Bahan-bahan pembuat sabun-sabun tersebut dapat terurai dengan cepat oleh tanah sehingga tidak merusak struktur tanah dan tidak mencemari air maupun udara. Memilih detergen berteknologi ramah lingkungan, atau sabun mandi (juga shampo) yang terbuat dari bahan-bahan alamiah. Mengurangi pemakaian hair dryer (pengering rambut) dan keringkan rambut dengan cara alami atau setidaknya menggunakan kipas angin. Mengurangi pemakaian hair spray serta beralih dari tatanan rambut yang mengharuskan untuk menyasak dan meninggikan rambut. Membawa sendiri tas untuk memuat barang belanjaan, jangan terus-terusan bergantung kepada tas plastik (tas atau kantung kresek). Sekarang makin banyak tas belanja berdesain manis ataupun dinamis yang terbuat dari bahan kain atau plastik yang tahan lama serta tidak mudah sobek atau rusak. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, apalagi bila menempuh jarak dekat. Bila mampu, berjalan kaki atau naik sepeda bisa menjadi alternatif menyehatkan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s