Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Ada 3 Hal utama keterlibatan masyarakat dalam Studi AMDAL

  • Sosialisasi
    • Pengumuman
    • Satu arah dari pemrakarsa kepada masyarakat
  • Konsultasi
    • Diskusi (setelah 30 H) Atas tanggapan dari Masyarakat
    • Dua arah saling tukar informasi
  • Partisipasi
    • Proses Pengambilan Keputusan (di Forum Komisi Penilai AMDAL)
    • Interaksi antara kegiatan dengan masyarakat

Tujuan Konsultasi Publik adalah mengenali berbagai permasalahan, pandangan, tanggapan, harapan, keinginan, kekhawatiran, kebutuhan, dan sikap masyarakat terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan di lokasi tersebut.

Manfaat Konsultasi Publik bagi Masyarakat, Pemrakarsa, Pemerintah:

  • Sebagai dasar untuk melakukan pelingkupan
  • Mengidentifikasi Dampak Potensial
  • Memilih metode yang sesuai untuk digunakan
  • Mencegah kesalahpahaman Masyarakat
  • Memenuhi peraturan perundang undangan (Kep. Ka. BAPEDAL No. 8 Th. 2000, UU 32 Th 2009)

Pihak yang perlu terlibat dalam Konsultasi Publik:

  • Pemrakarsa serta pemilik saham
  • Aparat pemerintah terkait
  • Masyarakat di Tapak proyek & sekitarnya
  • Lembaga Swadaya Masyarakat
  • Pihak lain (penyandang dana, sektor swasta, akademisi, dll)

Kapan Konsultasi Publik Harus Dilakukan?

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Hal yang perlu dicermati dalam konsultasi publik

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Keterkaitan Antar Unsur Sosial-Ekonomi-Budaya

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Metode Konsultasi Publik

  • Ceramah dan tanya jawab
  • Diskusi Panel (pembicara > 1 orang)
  • Diskusi kelompok
  • Focus Group Discussion/FGD (Diskusi Kelompok Terarah)

Kelebihan dan kekurangan Ceramah dan tanya jawab

  • Pembicara hanya 1 orang dan harus aktif
  • Peserta relatip pasif
  • Dapat diselesaikan dalam waktu singkat
  • Sekedar memenuhi persyaratan AMDAL
  • Kurang mendapatkan tanggapan yang akurat

Kelebihan dan kekurangan Diskusi Panel

  • Pembicara lebih dari 1 orang dilanjutkan diskusi
  • Mempunyai resiko peserta jenuh
  • Diskusi tidak terfokus tapi meluas
  • Tanggapan hanya terhadap pembicara tertentu
  • Sulit untuk disimpulkan menjadi Dpk. Prioritas (dalam K.A. ANDAL)

Kelebihan dan kekurangan Diskusi kelompok

  • Pembicara bisa tunggal
  • Pembagian kelompok berdasar kondisi sosial masyarakat peserta
  • Perlu nara sumber untuk setiap kelompok
  • Aspirasi setiap kelompok dapat terdeteksi
  • Dpk Hipotetis (K.A.ANDAL) terbagi berdasar kelompok

Focus Group Discussion

  • Dapat memperoleh informasi secara cepat
  • Tanggapan suatu kelompok tidak terpengaruh oleh kelompok lain
  • Masyarakat lebih mempunyai kebebasan menyampaikan pendapatnya
  • Harapan dan tanggapan masyarakat (+/-) bisa lebih mudah disimpulkan
  • Memudahkan metode untuk ANDAL

Langkah Penyusunan Rona Lingkungan Sosial

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Metoda Pengumpulan Data dan Informasi Sosial

  • Pengumpulan data primer: Wawancara dan Observasi/pengamatan lapangan
  • Pengumpulan data sekunder: Diskusi kelompok terarah

Prinsip-prinsip Penetapan Jenis Data Aspek Sosial

  • Memberikan gambaran utuh tentang kondisi sosial, ekonomi, dan budaya wilayah studi khususnya yang akan berubah secara mendasar
  • Dapat digunakan sebagai masukan untuk prakiraan dampak sosial
  • Dapat digunakan untuk menelaah hubungan sebab akibat antara aspek sosial dengan geofisik dan biologi
  • Sesuai dengan dana, waktu dan tenaga yang tersedia

Dampak Terhadap Kondisi Sosial

Perubahan mendasar pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Prakiraan (Besar) Dampak

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Besar Dampak dan Penting Dampak

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

Karakteristik Dampak Sosial

  • Dampak langsung vs tidak langsung
  • Lama berlangsungnya dampak
  • Dampak yang bersifat nyata vs praduga
  • Dampak lingkungan saling terkait
  • Dampak tidak tersebar homogen
  • Spesifik lokasi dari proyek

Sifat Penting Dampak Sosial

  • Penting tidaknya suatu dampak terhadap aspek sosial-ekonomi merujuk pada pengertian sejauh mana perubahan lingkungan yang timbul (dampak) bersifat mendasar atau penting bagi:
    • Kondisi sosial setempat (social importance)
    • Stabilitas dan keberlanjutan kehidupan ekologi (ecological importance)
  • Penting-tidaknya dampak terhadap aspek sosial bersifat sangat kontekstual :
    • Emic, tergantung pada nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat yg berkepentingan dengan dampak yang timbul
    • Relatif, apa yang dipandang penting saat ini dapat berubah di masa mendatang

Unsur-Unsur Lingkungan Sosial

  • Demografi: Jumlah penduduk, Angkatan kerja (kuantitas,kualitas), Angka rasio angkatan kerja terhadap penduduk tanggungan
  • Struktur Kegiatan ekonomi: Komposisi penduduk menurut mata pencaharian, pola nafkah (tunggal, ganda)
  • Kinerja kegiatan ekonomi: Pola penguasaan lahan, akses terhadap sarana dan prasarana
  • Perilaku terhadap pemanfaatan sumberdaya yang dikuasai: kecendrungan pola konsumsi, kecendrungan pemanfaatan sumberdaya ekonomi
  • Interaksi sosial: persepsi, sikap dan perilaku

Pendekatan Analogi

Konsultasi Publik Dalam Penyusunan AMDAL

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s