Countable dan Uncountable Nouns

Melanjutkan tutorial abstract dan concrete nouns.

Countable Nouns

Nouns bisa kita bagi berdasarkan bilangan yaitu countable nouns dan uncountable nouns. Countable nouns artinya kata benda yang bisa dihitung sedangkan uncountable nouns adalah kata benda yang tidak bisa dihitung.

Contoh Countable Nouns

Ada banyak nouns yang bisa kita hitung, salah satunya adalah “car”. Kita bisa menyebutkan kalau kita memiliki one, two, three, atau more cars. Dibawah ini adalah beberapa contoh countable nouns.

animal, bag, bottle, box, cat, chair, coin, cup, dog, dollar, fork, litre, man, note, person, plate, suitcase, table

Uncountable Nouns

Uncountable nouns biasanya digunakan untuk nouns yang tidak bisa dibagi-bagi dan tidak bisa kita hitung. Nama lainnya dari uncountable nouns adalah mass nouns.

Contoh Uncountable Nouns

Salah satu uncountable nouns adalah “milk”. Walaupun kita bisa menghitung berapa banyak bottle of milk tetapi kita tidak bisa menghitung berapa banyak milk itu sendiri.

Beberapa contoh uncountable nouns lainnya berdasarkan kategori.

Kategori Contoh
Activity cooking, driving, homework, jogging, listening, playing, reading, sleeping, speaking, studying, swimming, walking, working, writing
Concept advice, bravery, confidence, courage, education, energy, democracy, fun, help, happiness, honesty, information, intelligence, laughter, news, patience, peace, progress, pride, space
Food bread, butter, cake, cheese, fish, fluor, fruit, honey, meat, milk, pasta, spaghetti, rice, salt, soup, toast
Gas air, helium, hydrogen, nitrogen, oxygen, smoke
Item Category clothing, furniture, luggage, mail, money, software
Language Arabic, Chinese, English, French, Hindi, Italian, Japanese, Korean, Portuguese, Russian, Spanish
Liquid milk, coffee, petrol, tea, water, wine, beer
Material chalk, cloth, concrete, lumber, sand, wood, metal
Natural Phenomenon darkness, electricity, gravity, heat, humidity, ice, light, lightning, magnetism, rain, radiation, snow, sunshine, thunder, wind
Particles dust, flour, rice, salt, sugar
Sport baseball, basketball, bridge, chess, cricket, football, golf, hockey, poker, rugby, soccer, tennis
Subjects archaeology, architecture, chemistry, commerce, economics, history, math, music, photography, poetry, politics, psychology, science, sociology, vocabulary

Cara mengenali Countable Nouns dan Non-Countable Nouns

Countable Nouns

Countable nouns bisa kita ketahui dengan memberikan pertanyaan yang mengandung kata how many.

  • How many cars?
  • How many animals?

Countable nouns bisa berbentuk singural (tunggal) atau plural (jamak).

Singular Form Plural Form
cars cars
country countries
dog dogs
grape grapes
man men
onion onions
stadium stadia
table tables

Countable nouns bisa digunakan dengan indefinite article a/an.

A cat is an animal.

Bila countable nouns yang digunakan singular maka harus ditambahkan dengan kata a/the/my/this.

I want an orange.
Where is my bottle?

Bila countable nouns yang digunakan berbentuk plural maka kata tersebut tidak perlu ditambahkan dengan a/the/my/this.

I like oranges.
Bottles can break.

Uncountable Nouns

Uncountable nouns bisa kita ketahui dengan memberikan pertanyaan yang mengandung kata how much.

  • How much time?
  • How much wood?

Uncountable nouns hanya bisa menggunakan bentuk singular.

  • There is some milk on the floor.
  • Is there any sugar?

Biasanya uncountable noun tidak menggunakan indefinite article a/an. Kita tidak bisa menggunakan an information atau a music. Tetapi kita bisa menambahkan [a + something + of] pada uncountable noun.

  • a piece of news.
  • a bottle of water.
  • a grain of rice.

Penggunaan Quantifiers pada Countable dan Uncountable Nouns

Quantifiers digunakan untuk memberitahu kepada kita banyaknya jumlah dari sesuatu.

Beberapa kata berikut ini adalah quantifiers: a little, a lot of, several, dan a few.

Quantifiers ada yang bisa digunakan hanya untuk countable nouns, hanya untuk uncountable nouns, dan ada juga yang bisa digunakan untuk keduanya. Contoh beberapa quantifiers bisa dilihat dibawah ini.

Quantifiers untuk countable nouns Quantifiers untuk uncountable nouns Quantifiers untuk keduanya
 A few [cars]
A number of [cars]
Several [cars]
Many [cars]
A bit of [metal]
An amount of [metal]
A little [metal]
A lot of [metal / cars]
Any [metal / cars]
Lots of [metal / cars]
No [metal / cars]
Some [metal / cars]

Nouns yang bisa countable dan juga uncountable sekaligus

Ada beberapa noun yang bisa dimasukkan kedalam dua kategori diatas. Biasanya beberapa noun ini memiliki makna yang berbeda.

Countable noun Uncountable noun
There are three hairs in my coffee! I don’t have much hair.
There are four lights in our bedroom. Close the curtain. There’s too much light!
Our house has six rooms. Is there room for me to sit here?
Did you have a good time at the party? I don’t think I have time to do my hair before I leave.

Cara membuat uncountable nouns menjadi plural

Ada dua metode untuk membuat uncountable nouns menjadi plural.

Metode pertama

Tambahkan [countable noun + of] di depannya uncountable noun.

  • Three loaves of bread
  • Three blocks of cheese
  • A grain of rice.
  • A piece of information.
  • 2 glasses of water
  • litres of coffee
  • Three grains of sand
  • A pane of glass
  • A drop of rain
  • A piece of music

Metode kedua

Jadikan uncountable noun sebagai adjective (kata sifat) dan tambahkan pada countable noun.

  • three bread loaves
  • three cheese blocks

Abstract Nouns dan Concrete Nouns

Melanjutkan tutorial common dan proper nouns.

Perbedaan abstract noun dan concrete noun

Nouns (kata benda) bisa kita bagi menjadi dua yaitu abstract noun dan proper noun. Concrete nouns adalah kata benda yang bisa dilihat, didengar, disentuh, dicium, dirasa. Atau dengan kata lain concrete noun adalah noun yang bisa dirasakan dengan indra manusia.

Hal-hal yang bisa digolongkan ke dalam concrete noun diantaranya adalah orang, hewan, tempat, dan benda.

  • Orang: Asri, dentist, firefighter, man
  • Hewan: barracuda, gorilla, puppy, tiger
  • Tempat: island, mountain, Monas, Turkey
  • Benda: cake, coffee cup, fruit, keys,

Abstract noun adalah kata benda yang tidak bisa dilihat, didengar, disentuh, dicium, dirasa oleh indra manusia. Kita bisa menggunakan abstract noun untuk menamakan tindakan, acara, gagasan, pikiran, kualitas, dan kondisi. Perhatikan contoh dibawah:

  • Aksi dan acara: childhood, Friday, September, war
  • Gagasan: energy, freedom, idea, luck
  • Pikiran: anger, courage, depression, freedom
  • Kualitas: beauty, truth, kindness, truth
  • Kondisi: cancer, cold, diabetes, flu

Abstract noun ada tapi tidak bisa dirasakan oleh indra manusia dan tidak bisa digambarkan bentuknya. Lihat contohnya dalam kalimat dibawah.

When Maya dove into the swimming pool to rescue a drowning child, his bravery amazed the people sitting poolside.

Pada kalimat diatas, “bravery” bisa kita masukkan ke dalam abstract noun karena kata ini tidak bisa dirasakan oleh indra kita. Sedangkan kata “Maya”, “swimming pool”, dan “people” bisa kita masukkan ke dalam concrete noun karena bendanya ada dan bisa digambarkan bentuknya.

Walaupun perbedaan antara abstract noun dan concrete noun begitu jelas namun terkadang ada kata-kata yang tidak jelas apakah kata tersebut masuk ke dalam kelompok abstract noun atau concrete noun.

Contohnya adalah “laughter”. Beberapa pakar grammar menggolongkan laughter ke dalam abstract noun tetapi sebagian pakar menggolongkan laughter ke dalam group concrete noun karena laughter bisa didengar.

Contoh lainnya selain laughter yang membingungkan adalah work dan result. Lihat contohnya pada kalimat dibawah dan perhatikan bagaimana pengelompokan work dan result menjadi tidak jelas dan rancu.

Success is the result of perfection, hard work, learning from failure, loyalty, and persistence. (Colin Powell)

Karena pada awalnya work dan result adalah abstract noun tetapi setelah dimasukkan ke dalam kalimat di atas maka kita bisa merasakan dan melihat hasil dari work dan result sehingga work dan result adalah adalah concrete noun.

Contoh-contoh abstract noun dan concrete noun

Di bawah ini adalah beberapa contoh abstract noun dan concrete noun.

Concrete noun

airplane, bubble bath, buses, cat, chairs, cloud, computer, dog, fire fighter, fox, pencil, student, table, teacher, the President, tree.

Abstract noun

anger, anxiety, beauty, beliefs, bravery, brilliance, chaos, charity, childhood, comfort, communication, compassion, consideration, convenience, courage, culture, curiosity, deceit, dedication, democracy, determination, eloquence, energy, failure, faith, fear, freedom, friendship, generosity, gossip, happiness, hate, honesty, hope, imagination, information, integrity, intelligence, joy, justice, justice, kindness, knowledge, liberty, life, love, loyalty, luxury, misery, motivation, opportunity, pain, parenthood, patience, peace, perseverance, pleasure, pride, relaxation, sacrifice, satisfaction, skill, strength, success, sympathy, talent, thought, trust, truth, warmth, and wisdom.

Common Nouns (Kata benda Umum) dan Proper Nouns (Kata Benda Khusus)

Melanjutkan tutorial object complement.

Apa itu Common Nouns dan Proper Nouns?

Semua yang ada di dunia ini bisa kita beri nama. Semua yang bisa kita beri nama tersebut dinamakan Nouns (kata benda). Semua nouns bisa dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu common nouns dan proper nouns.

Common nouns adalah nouns yang kita gunakan untuk semua kata benda yang bersifat umum (jean’s, country, mountain). Sedangkan proper nouns kita gunakan untuk sesuatu yang lebih khusus (Levis, Australia, Bromo).

Pengertian formal Common Nouns dan Proper Nouns

Common nouns digunakan untuk menamakan sekelompok orang, tempat, benda, atau gagasan.

Proper nouns digunakan untuk sesuatu yang lebih khusus dalam menamakan orang, tempat, benda, atau gagasan.

Contoh-contoh Common Nouns dan Proper Nouns

Dibawah ini adalah beberapa contoh Common Nouns dan Proper Nouns.

Common Noun Proper Noun
 boy Ridwan Kamil, SBY, Prabowo Subianto
 day Monday, Sunday, Tuesday
bank BCA, BRI, Mandiri
city Jakarta, Bandung, Yogyakarta
country Australia, United States, England
company Ford, Sony, Google
ocean The Atlantic Ocean, The Pacific Ocean, The Indian Ocean
minimarket Indomaret, Alfamart
supermarket Giant
restaurant Solaria
tea Sariwangi
shoe Nike

Setiap proper noun memiliki padanannya pada common noun, tetapi tidak semua common noun memiliki padanannya pada proper noun.

Contohnya, dust adalah common noun. Tidak ada dust yang lebih detail sehingga tidak ada proper nounnya.

Common Noun dan Proper Noun dalam kalimat

Dibawah ini adalah beberapa contoh dari common noun dan proper noun dalam kalimat.

Because we like an attentive waiter, we always ask for Aji when we eat at Pizzahut.
waiter = common noun; Aji = proper noun.

Every man was dressed in uniform but Andika was by far the most dashing.
man = common noun; Andika = proper noun.

We loved every city on West Java but Bandung was my favorite.
city = common noun; Bandung = proper noun.

When we go to our favorite restaurant, Solaria’s, we always ask for Nurul, our favorite waitress.
restaurant, waitress = common noun; Solaria’s, Nurul = proper noun.

Common nouns dimulai dengan huruf kecil kecuali kalau digunakan pada awal kalimat. Sedangkan semua huruf depan pada proper nouns menggunakan huruf kapital meskipun proper nouns terdiri dari dua kata ataupun lebih.

Kategori Common Nouns

Setiap common noun bisa dikelompokkan kedalam beberapa jenis nouns dibawah.

1. Abstract Noun,

Abstract Noun adalah nouns yang tidak bisa dilihat atau disentuh (love, determination, happiness).

2. Collective Noun,

Collective Noun adalah nouns yang digunakan untuk menjelaskan kelompok (family, school, team).

3. Compound Noun,

Compound Noun adalah nouns yang terbuat lebih dari satu huruf (bus stop, sister-in-law, court-martial)

4. Concrete Noun,

Concrete Noun adalah nouns yang bisa kamu lihat atau sentuh (fish, cup, house).

5. Countable Noun,

Countable Noun adalah nouns yang bisa kamu hitung dan berbentuk singular atau plural (coin/coins, wall/walls, animal/animals).

6. Non-countable Noun (mass nouns),

Non-countable Noun adalah Nouns yang tidak bisa dihitung (coffee, music, oxygen).

7. Gender-specific Noun,

Gender-specific Noun adalah nouns yang membedakan gender laki-laki atau perempuan (husband, waitress, actress).

8. Verbal Noun (gerund),

Verbal Noun adalah Nouns yang merepresentasikan aktivitas (watching, dancing, thinking).

Object Complement (Pelengkap Object)

Melanjutkan tutorial indirect object.

object complement

Object complement adalah noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau adjective (kata sifat) setelah direct object yang menerangkan namanya, mendeskripsikannya, atau menjelaskan lokasinya.

Karena object complement merupakan pelengkap direct object maka kamu hanya bisa menemukannya pada kalimat yang memiliki transitive verb. Nama lainnya object complement adalah objective complement atau object predicate.

Biasanya yang ada object complement adalah kalimat dengan verb of making (to make, to create, dll) atau verb of naming (to name, to call, to elect). Pada contoh di bawah ini, yang diberi bold adalah direct object sedangkan yang diberi garis bawah adalah object complement.

To name her Rika.

To make her happy.

Selain kedua jenis verb diatas (verb of naming dan verb of making), beberapa jenis verb lainnya juga bisa dilengkapi dengan object complement.

To paint something blue.

To consider someone smart.

To catch somebody stealing.

Object complements dan Adverbs

Berhati-hatilah terhadap dua bentuk kalimat dibawah ini karena keduanya mirip tetapi yang satu tidak memiliki object complement sedangkan yang satunya memiliki object complement.

She called the man yesterday.

She called the man a liar.

Dari dua kalimat diatas kita bisa mengetahui bahwa “man” adalah direct object.

Pada kalimat pertama, yesterday adalah adverb (kata keterangan) yang menjelaskan kapan sehingga pada kalimat ini tidak terdapat object complement. Sedangkan pada kalimat kedua, “liar” menerangkan nama “man” sehingga liar merupakan object complement.

Contoh-contoh object complement

Dibawah ini adalah beberapa contoh object complement.

I painted my room red.

My sister named the cat Miaw.

The blanket kept the cat warm.

I found the guard sleeping.

I declare this centre open.

We all consider her unworthy.

They elected my uncle mayor.

We called the boy on the horse Johan.

The team elected the twins co-captain.

The explorers found the old building empty.

Our present renters have kept the apartment clean.

I prefer my coffee black.

We consider fish spoiled once it smells like what it is.

To obtain man’s opinion of you, make him mad.

“I paint the plaster walls white, except for the little nook under the sloping roof where my bed fits just perfectly. There, I paint the walls and sloping ceiling black.” (Meredith Hall, Without a Map. Beacon, 2007)

“Bheema joined Gandhi in his struggle for India’s independence and called his father a traitor.” (Anita Rau Badami, Tamarind Mem. Viking Penguin, 1996)

Object complement tidak selalu satu huruf tetapi bisa juga dalam bentuk phrases/frasa (dua kata atau lebih).

We all consider her unworthy of the position.

I found the guard sleeping in the barn.

Have you named Mr. Surata temporary chairman?

Dian calls me her buddy.

“The widow she cried over me, and called me a poor lost lamb, and she called me a lot of other names, too.” (Mark Twain, Adventures of Huckleberry Finn, 1885)

“In some places the process was so intense that clouds of expelled algae turned the water brown and turbid.” (Stephen Harrigan, Water and Light: A Diver’s Journey to a Coral Reef. Houghton Mifflin, 1992)

“While [Patricia Harris] was working at Howard, President John F. Kennedy appointed her chairperson of the National Women’s Committee for Civil Rights.” (Meta K. Townsend, “Patricia Roberts Harris.” Notable American Women: A Biographical Dictionary, ed. by Susan Ware. Harvard University Press, 2004)

Tutorial berikutnya perbedaan common noun dan proper noun.

Indirect Object (Object Tak Langsung)

Apakah kamu siap untuk mempelajari indirect object? Kalau kamu siap ayo kita lanjutkan.

Pada tutorial sebelumnya, kamu sudah mempelajari mengenai direct object beserta contoh-contohnya.

Jika kamu belum mempelajari direct object maka kamu harus mempelajarinya terlebih dahulu karena materi tersebut dengan yang sekarang sangat berkaitan.

Apa itu Indirect Object?

Indirect Object adalah nouns (kata benda) yang menerima direct object. Bila lebih diperjelas maka indirect object adalah nouns yang menyatakan siapa yang menerima aksi dari verb.

Puput passed the parcel.
(Direct object dari kalimat diatas adalah the parcel. Tidak ada penerima dari direct object pada kalimat diatas sehingga kalimat diatas tidak memiliki indirect object)

The boy kicked me the ball.
(Direct object dari kalimat diatas adalah the ball. Penerima dari direct object tersebut adalah me sehingga indirect objectnya adalah me)

Lucky sent his brother a postcard from the hotel.
(Direct object dari kalimat diatas adalah postcard. Penerima dari direct object tersebut adalah his brother sehingga indirect objectnya adalah his brother)

Did the students give their teacher the assignment?
(Direct object dari kalimat diatas adalah assignment. Penerima dari direct object tersebut adalah teacher sehingga indirect objectnya adalah teacher)

Contoh dari indirect object

Di bawah ini adalah beberapa contoh dari indirect object. Yang diberi bold adalah indirect object dan yang diberi garis bawah adalah direct object.

  • Maya passed her father the parcel.
  • If you would like, we can give Dita the tickets to tonight’s game.
  • After class, Randall will give the students their papers.
  • Can you write the clerk a check for the gloceries?
  • He gives Sarah the book.
  • I gave my friend a bouquet of flower.
  • Aji built his granddaughter a sandcastle on the beach.
  • To explain the broken lamp, we told Mom a lie.
  • Satri paid the mechanic 300 dollars to fix the squeaky brakes.

Terkadang indirect object dilengkapi dengan preposition seperti to atau for.

  • He gives the book to Sarah.
  • Misbah passed the money to her father.
  • Satri paid 300 dollars to the mechanic to fix the squeaky brakes.

Cara menemukan indirect object dalam kalimat

Sebelum kamu menemukan indirect object, terlebih dahulu kamu harus menemukan direct object. Kamu bisa menemukan direct object dengan menemukan verb lalu menanyakan apa!

Kalau verb tersebut tidak bisa dilengkapi dengan nouns maka kalimat tersebut tidak mengandung direct object sedangkan sebaliknya bila verb tersebut harus dilengkapi dengan nouns maka kalimat tersebut mengandung direct object.

Setelah kamu menemukan direct object, lalu kamu tanyakan untuk siapa direct object tersebut! Bila pertanyaan tersebut terjawab maka kalimat tersebut mengandung indirect object.

She gave the beggar a gold coin.
(Langkah 1. Cari verb = gave)
(langkah 2. Tanya apa yang di gave = a gold coin)
(Karena langkah 2 maka direct object = a gold coin)
(langkah 3. Tanya siapa yang menerima = the beggar)
(karena langkah 3 maka indirect object = the beggar)

Hanya transitive verb yang memiliki indirect object

Verb yang memiliki direct object disebut transitive verb. Sedangkan yang tidak memiliki direct object dinamakan intransitive verb.

Wira skidded on the ice.
(Langkah 1. Cari verb = skidded)
(langkah 2. Tanya apa yang di skidded = tidak ada)
(Karena langkah 2 maka direct object = tidak ada)
(The verb to skidded adalah intransitive verb)

Iman is snoring heavily.
(Langkah 1. Cari verb = snoring)
(langkah 2. Tanya apa yang di snoring = tidak ada)
(Karena langkah 2 maka direct object = tidak ada)
(Verb snoring adalah intransitive verb)


Cari verb, direct object dan indirect object dari kalimat-kalimat di bawah ini.

  1. He buys me flower.
  2. Caecilia and Sara brought the hostess delicious chocolates.
  3. Asri’s music teacher lent her a recording of Tchaikovsky’s The Nutcracker Suite.
  4. My sister-in-law sent us photos of the wedding.
  5. The teacher handed her student the assignment.


Verb diberi bold, direct object diberi garis bawah, dan indirect object diberi warna merah.

  1. He buys me flower.
  2. Caecilia and Sara brought the hostess delicious chocolates.
  3. Asri’s music teacher lent her a recording of Tchaikovsky’s The Nutcracker Suite.
  4. My sister-in-law sent us photos of the wedding.
  5. The teacher handed her student the assignment.

Tutorial berikutnya apa yang dimaksud object complement.

Direct Object (Objek Langsung)

Melanjutkan tutorial kata benda (nouns).

Apakah kamu familiar dengan direct object? Pastinya kamu akan mengenal Direct Object pada saat tutorial ini berakhir!

Apa itu Direct Object?

Direct object adalah kata benda yang menerima tindakan dari kata kerja (verb).

Contoh-contoh direct Object

Dibawah ini adalah contoh-contoh dari direct object. Yang diberi bold adalah verb dan yang diberi garis bawah adalah direct object.

  • Adit and Yoga played soccer.
  • Joko read the newspaper.
  • The carpenter fixed the door.
  • The little girl played the piano.
  • The dog ate my homework.
  • I love my friendly neighborhood.
  • Our amazing soccer team won the trophy.
  • Adit accidentally kicked Yoga.
  • After dinner, Sophie always serves a cake.
  • Diah discovered a pile of books hidden under the staircase.

Cara menemukan direct object dalam kalimat

Untuk menemukan direct object dalam sebuah kalimat adalah dengan menemukan verb dan melanjutkan dengan pertanyaan apa atau siapa. Lihat contoh dibawah.

direct object

The boy kicked the ball
(langkah 1: Cari verb = kicked)
(langkah 2: Tanya apa yang di kicked? = the ball)
(direct object dari kalimat diatas = the ball)
 Our cat caught a mouse.
(langkah 1: Cari verb = caught)
(langkah 2: Tanya apa yang di caught? = a mouse)
(direct object dari kalimat diatas = a mouse)
 The police have arrested the man who committed the robberies.
(langkah 1: Cari verb = have arrested)
(langkah 2: Tanya siapa yang di have arrested? = the man)
(direct object dari kalimat diatas = the man)
Aji built a sandcastle on the beach.
(langkah 1: Cari verb = built)
(langkah 2: Tanya apa yang di built? = sandcastle)
(direct object dari kalimat diatas = sandcastle)
To explain the broken lamp, we told a lie.
(langkah 1: Cari verb = told)
(langkah 2: Tanya apa yang di told? = lie)
(direct object dari kalimat diatas = lie)

Phrases dan clauses bisa menjadi direct object

Selain satu kata, direct object juga bisa berbentuk phrases (frasa/dua kata) dan clauses (klausa/sekelompok kata).

Anggia hates biting her fingernails.
(langkah 1: Cari verb = hates)
(langkah 2: Tanya hates what? = biting her fingernails)
(direct object dari kalimat diatas = biting her fingernails)
When questioned by police, Upin admitted he took the bicycle.
(langkah 1: Cari verb = admitted)
(langkah 2: Tanya admitted what? = he took the bicycle)
(direct object dari kalimat diatas = he took the bicycle)
On the way to the doctor’s office, the child pretended she was not sick.
(langkah 1: Cari verb = pretended)
(langkah 2: Tanya pretended what? = she was not sick)
(direct object dari kalimat diatas = she was not sick)
A government official reported that agency funding would be cut by 25 percent.
(langkah 1: Cari verb = reported)
(langkah 2: Tanya reported what? = that agency funding would be cut by 25 percent)
(direct object dari kalimat diatas = that agency funding would be cut by 25 percent)
Although she is tired, Maya says she will plant the garden for you.
(langkah 1: Cari verb = says)
(langkah 2: Tanya says what? = she will plant the garden for you)
(direct object dari kalimat diatas = she will plant the garden for you)

Hanya transitive verb yang memiliki direct object

Jika sebuah sebuah verb memiliki direct object maka kalimat tersebut dinamakan transitive verb (kata kerja transitif). Sedangkan verb yang tidak dilengkapi dengan direct object disebut intransitive verb (kata kerja intransitif). Bisa dikatakan bahwa direct object adalah pelengkap dari action verb. Lihat contoh dibawah.

The flower bloomed
(langkah 1: Cari verb = bloomed)
(langkah 2: Tanya bloomed what? = Tidak ada. kata bloomed tidak bisa dilanjutkan dengan direct object)
(direct object dari kalimat diatas = Tidak ada)
The book fell
(langkah 1: Cari verb = fell)
(langkah 2: Tanya fell what? = Tidak ada. kata fell tidak bisa dilanjutkan dengan direct object)
(direct object dari kalimat diatas = Tidak ada)
Wahyu fell very badly
(langkah 1: Cari verb = fell)
(langkah 2: Tanya fell what? = Tidak ada. kata fell tidak bisa dilanjutkan dengan direct object)
(direct object dari kalimat diatas = Tidak ada)
Sandra is sleeping at the moment.
(langkah 1: Cari verb = sleeping)
(langkah 2: Tanya sleeping what? = Tidak ada. kata sleeping tidak bisa dilanjutkan dengan direct object)
(direct object dari kalimat diatas = Tidak ada)

Tutorial berikutnya mengenal indirect object.

Kata Benda (Nouns)

Apa itu nouns?

Lihatlah sekelilingmu, semua yang kamu lihat bisa kamu beri nama. Nah, setiap nama tersebut bisa menjawab pertanyaan diatas.

Apa yang kamu lihat? sebuah komputer, kamar tamu, saudaramu, ataukah seekor kelinci?

Nouns adalah kata untuk memberi nama orang, tempat, benda atau gagasan.

Sebenarnya banyak yang belum mengerti perbedaan antara kata benda dan benda itu sendiri. Karena alasan tersebut saya ingin menjelaskan perbedaanya pada tutorial bahasa Inggris kali ini.

Apa yang dimaksud dengan noun? Pilihlah noun dari dua gambar dibawah!

lop-eared-314881__1802   lop-eared-314881__180

Jika yang kamu pilih adalah gambar di sebelah kiri maka tebakanmu benar. Kenapa?

Pertama, yang dimaksud noun adalah kata. Walaupun gambar disebelah kanan lebih lucu namun gambar tersebut bukanlah kata kelinci melainkan seekor kelinci.

Apakah kamu bisa melihat perbedaannya? Noun hanyalah sebuah kata, bukan sesuatu yang sebenarnya kata tersebut tunjukkan.

Sekarang tugasmu adalah mengingat pengertian noun dibawah.

Noun adalah kata untuk memberi nama orang, tempat, benda, atau ide.

Fungsi Noun

Nouns memiliki banyak fungsi dalam kalimat. Mari kita lihat beberapa fungsi-fungsi tersebut.

1. Subjects/ Subjek,

Nouns sebagai subjects biasanya berupa orang, tempat, benda, atau ide yang berfungsi sebagai kepemilikan atau tentang apa kalimat tersebut.

Andrea Kicked the ball.

2. Direct objects/ Objek langsung,

Nouns yang menerima tindakan dari kata kerja (transitive active verbs).

Andrea kicked the ball.

3. Indirect objects/ Objek tak langsung,

Nouns yang menerima direct object.

He discussed the problem with his parents.

4. Object compelements/ Pelengkap objek,

Nouns yang melengkapi direct object.

They named the baby Juni.

Jadi bagaimana? sudah merasa bingung sampai sini?

Jika kamu merasa bingung, jangan khawatir. Terus lanjutkan tutorial ini dan berlatih. Kamu pasti bisa. Masing-masing dari penjelasan diatas akan saya jelaskan lebih lanjut di tutorial yang akan datang.

Berbagai jenis Nouns

Apakah kamu suka buah-buahan? saya harap begitu karena buah-buahan sangat baik untuk tubuh.

Seperti yang kamu tahu bahwa buah-buahan terdiri dari berbagai macam seperti semangka, durian, mangga, dan melon. Setiap buah pastinya memiliki rasa yang berbeda-beda.

Begitu juga dengan nouns, setiap jenis nouns memiliki karakter yang berbeda-beda walaupun begitu mereka masih disebut nouns.

Perhatikan bahwa sebuah noun bisa masuk kedalam beberapa kelompok sekaligus. Contohnya adalah kata “cat” yang bisa masuk ke dalam kategori common, concrete, countable, dan singular noun. Lihat pembagian nouns dibawah berdasarkan bentuknya atau jenisnya.

1. Common/Umum,

Nouns yang bersifat umum, bukan spesifik orang/tempat/sesuatu/ide. Dimulai dengan huruf kecil, kecuali bila nouns digunakan pada awal kalimat (sentence).

writer, river, town, woman, house, professor

2. Proper,

Nouns yang bersifat khusus untuk nama orang/tempat/sesuatu/ide. Selalu dimulai dengan huruf Besar.

Andrea Hirrata, Bandung, Disneyland, Mars

3. Abstract,

Lawan dari concrete. Nouns yang digunakan untuk menamakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kelima indra yang kamu punya.

happiness, freedom, friendship, knowledge, patience

4. Concrete/Jelas,

Nouns yang bisa kamu jelaskan dengan seluruh indra yang kamu punya atau sesuatu yang benar-benar ada.

chocolate, cat, chicken, egg

5. Countable/Bisa dihitung,

Nouns yang bisa dihitung baik singular/satu maupun plural/banyak. Semua yang bisa dibuat plural bisa kita sebut countable noun,

clock/clocks, Budi, poem, coin, banana

6. Uncountable/Mass Noun/Noun tak terbilang,

Nouns yang tidak bisa terhitung. Karena tidak bisa terhitung maka hanya bisa menggunakan singular form.

money, milk, rain, rice, water, confusion

7. Compound/Kata majemuk,

Nouns yang terdiri dari dua kata. Bisa berbentuk dua kata (grapefruit juice), bisa berupa kata yang dihubungkan dengan garis tengah (sister-in-law), ataupun berbentuk satu kata (schoolteacher).

tablecloth, haircut, fundraiser, snowboarding, heart attack

8. Collective nouns/Kolektif atau kelompok,

Singular nouns yang membuat sebuah kelompok.

class, audience, jury, squad, swarm, crowd, orchestra

9. Singular/Tunggal,

Nouns yang berupa satu orang/tempat/benda/ide.

road, ball, box, face

10. Plural/Jamak,

Nouns yang berupa lebih dari satu orang/tempat/benda/ide. Biasanya diakhiri dengan huruf s.

roads, balls, boxes, faces

11. Possessive nouns/Kepunyaan,

Nouns yang menunjukkan kepunyaan.

Dad’s car, the student’s book, Lydia’s hat

Jangan terlalu pusing dengan banyaknya istilah diatas. Karena seiring dengan perjalanan waktu dan usaha maka kamu pasti bisa menguasainya.

Tutorial selanjutnya direct objects.

Eight Parts of Speech

Setiap kata bahasa Inggris pasti bisa dibagi kedalam 8 kelompok kata atau yang dimaksud parts of speech.

Wow! menakjubkan bukan? coba pikirkan fakta ini semenit saja.

Ada ribuan kata dalam bahasa Inggris dan semuanya bisa dibagi menjadi 8 group!

Kamu akan mempelajari mengenai 8 kelompok kata ini dibawah.

1. Nouns/Kata benda,

Nouns adalah nama orang/tempat/benda/gagasan.

Ada berbagai macam nouns. Diantaranya adalah: proper nouns, common nouns, collective nouns, possessive nouns, dan compound nouns.

2. Pronouns/Kata Ganti,

Kata yang digunakan untuk mengganti orang atau benda.

Sama seperti nouns, ada berbagai macam type pronouns. Diantaranya adalah: reflexive pronouns, indefinite pronouns, possessive pronouns, dan relative pronouns.

3. Verbs/Kata Kerja,

Verbs digunakan untuk menunjukkan aktivitas, kejadian, atau tindakan. Verbs terbagi atas linking verbs, action verbs, helping verbs, dan modals.

4. Adjectives/Kata sifat,

Adjectives adalah kata yang menerangkan atau memodifikasi nouns dan pronouns.

5. Adverbs/Kata keterangan,

Adverbs adalah kumpulan kata yang memodifikasi verbs, adjectives, dan adverbs lainnya.

6. Prepositions/Kata depan,

Preposition menghubungkan antara nouns atau pronouns dengan kata-kata lain di dalam sebuah kalimat.

7. Conjunctions/Kata penghubung,

Conjunction berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih kata, phrases/frasa (dua kata atau lebih), atau clauses/klausa (sekelompok kata).

8. Interjenctions/Kata seru,

Kata yang digunakan untuk menunjukkan emosi. Secara grammar kata ini tidak memiliki hubungan dengan keseluruhan kalimat.

Sangatlah penting bagi kamu untuk mengingat delapan kelompok speech ini dan fungsinya.

Semua yang berhubungan dengan grammar dan writing pasti berhubungan dengan informasi diatas. Jadi pelajari semuanya!

Focus untuk mengingat nama dan artinya yang sudah saya berikan diatas. Untuk Pembahasan yang lebih mendalam beserta contoh-contohnya akan saya jelaskan di tutorial berikutnya.

Apa yang kamu katakan? Kamu sudah hapal semua penjelasan diatas? (Aku tahu kamu pasti bisa melakukannya!)

Kalau begitu mari kita lanjutkan belajarnya ke tutorial berikutnya yaitu fungsi dan bentuk-bentuk nouns.

Require PHP

Melanjutkan pelajaran sebelumnya tentang include, sekarang kita akan membahas mengenai require.

Pada dasarnya fungsinya sama saja antara include dan require yaitu untuk mengcopy isi dari sebuah file kemudian menambahkannya kedalam file baru. Tetapi ada perbedaan perting diantara keduanya.

Saat kamu menggunakan include dan PHP tidak bisa menemukan file yang di panggilnya maka kamu akan mendapatkan pesan error di error log seperti dibawah:


echo "Hello World!";


PHP Warning:  include(filetidakada.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2
PHP Warning:  include(): Failed opening 'filetidakada.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2

Hello World!

Perhatikan bahwa dengan penggunaan include, perintah PHP echo kita masih bisa dieksekusi. Hal ini disebabkan karena pesan Warning tidak menghalangi script untuk terus berjalan. Hal sebaliknya akan terjadi bila kita menggunakan function require seperti dibawah.


echo "Hello World!";


PHP Warning:  require(noFileExistsHere.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2
PHP Fatal error:  require(): Failed opening required 'noFileExistsHere.php' (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2

Untuk penggunaan require diatas, kita mendapatkan pesan PHP fatal error di error log dan script code tidak dilanjutkan untuk mengeksekusi perintah echo.

Include PHP

PHP include merupakan bagian penting kalau kamu serius ingin membuat web yang bagus. Maksud dari PHP include adalah memanggil sebuah file lalu memasukkan apa yang ada dalam file tersebut dalam sebuah script code. Biasanya kita memakai ini untuk memanggil menu dan memasukkannya ke dalam header.

Misalkan saja kita ingin membuat sebuah file menu yang akan kita gunakan untuk setiap halaman web kita. Kita beri nama file menu kita dengan menu.php dengan rangkaian code seperti di bawah.


<a href="">Home</a> - 
<a href="">About Us</a> - 
<a href="">Links</a> - 
<a href="">Contact Us</a> <br />

Setelah file menu dibuat, sekarang kita akan buat file index di directory yang sama dengan file menu. Kita beri nama file “index.php”. Dengan perintah include kita akan panggil isi dari file menu.php dan menempatkannya ke dalam file index.php. Isi dari file index dengan perintah include bisa dilihat dibawah.


<?php include("menu.php"); ?>
<p>Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!</p>

HomeAbout UsLinksContact Us

Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!

Begitu kita memakai include, maka isi dari file yang dipanggil sudah otomatis tercopy ke file yang baru. Sehingga kalau visitor melihat source dari file index.php maka visitor melihat file yang sudah lengkap.

Source dari file index.php yang dilihat oleh visitor.

<a href="index.php">Home</a> - 
<a href="about.php">About Us</a> - 
<a href="links.php">Links</a> - 
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br />
<p>Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!</p>

Untuk tutorial berikutnya kita akan bicarakan mengenai alternatif selain include yaitu require.