Require PHP

Melanjutkan pelajaran sebelumnya tentang include, sekarang kita akan membahas mengenai require.

Pada dasarnya fungsinya sama saja antara include dan require yaitu untuk mengcopy isi dari sebuah file kemudian menambahkannya kedalam file baru. Tetapi ada perbedaan perting diantara keduanya.

Saat kamu menggunakan include dan PHP tidak bisa menemukan file yang di panggilnya maka kamu akan mendapatkan pesan error di error log seperti dibawah:

Code:

<?php
include("filetidakada.php");
echo "Hello World!";
?>

Hasil:

PHP Warning:  include(filetidakada.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2
PHP Warning:  include(): Failed opening 'filetidakada.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2

Hello World!

Perhatikan bahwa dengan penggunaan include, perintah PHP echo kita masih bisa dieksekusi. Hal ini disebabkan karena pesan Warning tidak menghalangi script untuk terus berjalan. Hal sebaliknya akan terjadi bila kita menggunakan function require seperti dibawah.

Code:

<?php
require("filetidakada.php");
echo "Hello World!";
?>

Hasil:

PHP Warning:  require(noFileExistsHere.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2
PHP Fatal error:  require(): Failed opening required 'noFileExistsHere.php' (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/jujushare/public_html/jujuscript.php on line 2

Untuk penggunaan require diatas, kita mendapatkan pesan PHP fatal error di error log dan script code tidak dilanjutkan untuk mengeksekusi perintah echo.

Include PHP

PHP include merupakan bagian penting kalau kamu serius ingin membuat web yang bagus. Maksud dari PHP include adalah memanggil sebuah file lalu memasukkan apa yang ada dalam file tersebut dalam sebuah script code. Biasanya kita memakai ini untuk memanggil menu dan memasukkannya ke dalam header.

Misalkan saja kita ingin membuat sebuah file menu yang akan kita gunakan untuk setiap halaman web kita. Kita beri nama file menu kita dengan menu.php dengan rangkaian code seperti di bawah.

menu.php

<html>
<body>
<a href="http://www.jujubandung.wordpress.com/index.php">Home</a> - 
<a href="http://www.jujubandung.wordpress.com/about.php">About Us</a> - 
<a href="http://www.jujubandung.wordpress.com/links.php">Links</a> - 
<a href="http://www.jujubandung.wordpress.com/contact.php">Contact Us</a> <br />

Setelah file menu dibuat, sekarang kita akan buat file index di directory yang sama dengan file menu. Kita beri nama file “index.php”. Dengan perintah include kita akan panggil isi dari file menu.php dan menempatkannya ke dalam file index.php. Isi dari file index dengan perintah include bisa dilihat dibawah.

index.php

<?php include("menu.php"); ?>
<p>Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!</p>
</body>
</html>

Tampilan
——————————————————-
HomeAbout UsLinksContact Us

Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!
——————————————————-

Begitu kita memakai include, maka isi dari file yang dipanggil sudah otomatis tercopy ke file yang baru. Sehingga kalau visitor melihat source dari file index.php maka visitor melihat file yang sudah lengkap.

Source dari file index.php yang dilihat oleh visitor.

<html>
<body>
<a href="index.php">Home</a> - 
<a href="about.php">About Us</a> - 
<a href="links.php">Links</a> - 
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br />
<p>Halaman utama ini menggunakan menu yang dapat ditampilkan di semua web page!</p>
</body>
</html>

Untuk tutorial berikutnya kita akan bicarakan mengenai alternatif selain include yaitu require.

Comment PHP

Sebelumnya kita sudah banyak membahas dasar-dasar PHP diantaranya adalah variabel, syntax, echo, dan string bahkan kita bisa menginstal PHP di komputer sendiri. Tetapi diantara semua tutorial tersebut ada satu yang spesial yaitu memberi komentar diantara code-code tersebut yang tidak termasuk code PHP.

Tujuan kita menambahkan comment kedalam code adalah sebagai catatan untuk code yang telah kita tuliskan. Catatan ini bisa menjadi panduan bagi orang lain yang membaca code yang kita miliki atau sebagai pengingat apa yang telah kita tuliskan.

Comment tidak akan ditampilkan di luar file PHP atau kepada visitor. Comment hanya bisa dibaca kalau kamu membuka file PHP. Sehingga comment hanya berguna bagi programmer.

Buat yang belum tau bagaimana syntax HTML comment bisa liat dibawah.

<!--Ini adalah comment HTML-->

Comment satu baris.

Kalau di dalam HTML kita hanya mengenal satu jenis comment maka dalam PHP kita mengenal dua jenis comment. Yang pertama akan kita bahas adalah comment satu baris. Untuk memberikan comment satu baris kita bisa menambahkan “//” atau “#”. Semua yang ada setelah tanda comment satu baris akan diabaikan oleh code PHP.

Contoh Code:

<?php
echo "Hello World!"; // Hello World! akan ditampilkan
echo "<br/>Kamu tak bisa melihat tulisan ini"; // echo "nothing";
//echo "Nama saya Juju";
# echo "saya tidak melakukan apa-apa";
?>

Hasil
————————————————
Hello World!
Kamu tak bisa melihat tulisan ini
————————————————

Dari kode diatas beberapa code echo tidak di eksekusi karena berada di dalam tanda comment.

Programmer biasannya menggunakan code jenis ini untuk catatan kecil maupun untuk menonaktifkan satu baris code tanpa menghapus code tersebut untuk sementara.

Comment banyak baris.

Hampir sama dengan comment satu baris hanya saja comment jenis ini kita gunakan untuk comment yang terdiri dari banyak baris. Kita bisa membuat comment banyak baris dengan “/*” dan mengakhirnya dengan “*/”.

Code:

<?php
/* Code echo dibawah ini 
akan menampilkan kata-kata Hello World! */
echo "Hello Wordl!";
/* echo "nama saya juju";
echo "saya saeorang programmer";
*/
?>

Hasil
———————
Hello World!
———————

Banyak programmer pemula seperti kamu yang tidak memanfaatkan fasilitas comment PHP ini. Fasilitas comment ini sangat penting sekali terutama di saat kita menuliskan code-code PHP yang sangat kompleks.

Banyak programmer yang terlalu malas maupun merasa tidak perlu untuk menuliskan comment ke dalam code mereka. Tetapi ketahuilah bahwa programmer yang baik selalu membuat code yang di buatnya bisa dipahami orang lain dengan mudah. Lagian apa kamu bisa mengingat code apa yang kamu tulis setelah sekian lama kamu lupakan?

Biarkan comment menghiasi perjalanan code-code kamu dan jadilah seorang programmer PHP yang lebih bahagia. Gunakan single line comment untuk comment singkat dan gunakan comment banyak baris untuk memberikan catatan yang lebih rumit buat code yang kamu buat.

Operator PHP

Hai semuanya,

Kali ini saya ingin kasih tutorial untuk operator PHP setelah sebelumnya kita membahas mengenai string sebagai dasar dari bahasa PHP.

Kita bisa mengggunakan operator untuk melakukan berbagai macam operasi pada variabel dan value. Di pelajaran-pelajaran sebelumnya kita sudah menggunakan salah satu operator yaitu sama dengan “=”. Nah, kali ini kita akan bahas mengenai berbagai macam operator lainnya.

Kita bisa membagi operator menjadi beberapa kategori:

  • Assignment operator/operator penamaan.
  • Arithmetic operator/operator arithmetik.
  • Comparison operator/operator perbandingan.
  • string operator/operator string.
  • Kombinasi operator arithmetik dan penamaan.

Assignment operator.

Lambang dari assignment operator adalah “sama dengan” “=”. Kita bisa menggunakan “sama dengan” untuk menentukan berapa value dari variabel. Lihat contoh dibawah.

<?php
$var_saya = 13;
$var_lainnya = $var_saya;
?>

Arithmetic operator.

Operator : Penjelasan : Contoh
--------------------------------
+        : tambah     : 2 + 6
-        : kurang     : 3 - 1
*        : kali	      : 2 * 3
/        : bagi	      : 9 / 3
%        : modulus    : 7 % 3

Contoh Code

<?php
$pertambahan = 2 + 6; 
$pengurangan = 3 - 1; 
$perkalian = 2 * 3; 
$pembagian = 9 / 3; 
$modulus = 7 % 3; 
echo "lakukan pertambahan: 2 + 6 = " . $pertambahan."<br />"; 
echo "lakukan pengurangan: 3 - 1 = " . $pengurangan."<br />"; 
echo "lakukan perkalian:  2 * 3 = " . $perkalian."<br />"; 
echo "lakukan pembagian: 9 / 3 = " . $pembagian."<br />"; 
echo "lakukan modulus: 7 % 3 = " . $modulus 
	. ". Modulus adalah hasil sisa dari pembagian.  
	Pada contoh ini 7 / 3 adalah adalah dua dan sisa satu.";
?>

Dari contoh diatas kita menambahkan titik “.” yang berguna sebagai perintah untuk menambahkan sesuatu. Kita bisa beri nama titik ini concatenation string operator. Titik dapat menggabungkan string dengan string maupun string dengan variabel.

Untuk echo yang pertama kita memerintahkan untuk menampilkan string yang berada di dalam double quote yang pertama “lakukan pertambahan: 2 + 6 = ” lalu kita memberikan titik “.” untuk menambahkan variabel $pertambahan lalu kita berikan titik lagi untuk menambahkan enter dengan code br/.

Hasil
——————————————————–
lakukan pertambahan: 2 + 6 = 8
lakukan pengurangan: 3 – 1 = 2
lakukan perkalian: 2 * 3 = 6
lakukan pembagian: 9 / 3 = 3
lakukan modulus: 7 % 3 = 1. Modulus adalah hasil sisa dari pembagian. Pada contoh ini 7 / 3 adalah adalah dua dan sisa satu.
——————————————————–

Comparison Operator.

Kita menggunakan Comparison untuk memeriksa hubungan variabel dan value. Kita akan membahas penggunaan mengenai operator ini lebih mendalam di tutorial mengenai if statement.

Operator : Arti     : Contoh   : Hasil
------------------------------------------
==       : =        : $x == $y : false
!=       : Tidak =  : $x != $y : true
<        : <        : $x < $y  : true
>        : >        : $x > $y  : false
<=       : < atau = : $x <= $y : true
>=       : > atau = : $x >= $y : false

String Operator.

Di atas sudah kita bahas sedikit mengenai “.” string operator. Di bawah ini kita kasih lagi contoh lebih banyak.

<?php
$String_aku = "Hai";
$String_kamu = " Agnes";
$String_kita = $string_aku . $string_kamu;
echo $string_kita . "!";
?>

Hasil
—————
Hai Agnes!
—————

Kombinasi operator arithmetic dan operator assignment.

Dalam pemrograman ada trik yang bisa kita pakai untuk menambahkan suatu angka secara terus menerus secara teratur. Salah satu contoh pemakaian trik ini adalah untuk counter. Kita bisa memakai counter untuk menghitung jumlah pengunjung dan lain sebagainya.

Misalkan saja kamu ingin menambahkan counter dengan angka 1, dibawah ini adalah contoh sederhananya.

<?php
$counter = $counter + 1;
?>

Dalam PHP ada cara untuk menyederhanakan code diatas, lihat contoh dibawah.

<?php
$counter += 1;
?>

Selain tambah masih ada lagi kombinasi lainnya.

Operator : Contoh            : Arti
-------------------------------------------------------
+=       : $x += 2;          : $x = $x + 2;
-=       : $x -= 4;          : $x = $x - 4;
*=       : $x *= 3;          : $x = $x * 3;
/=       : $x /= 2;          : $x = $x / 2;
%=       : $x %= 5;          : $x = $x % 5;
.=       : $my_str. = "hai"; : $my_str = $my_str . "hai";

Penambahan atau pengurangan sebelum atau sesudah code dieksekusi.

Operator yang satu ini memang rada aneh dan susah dimengerti. Selain menyederhanakan operator di atas, operator ini bisa dilakukan sebelum maupun sesudah operasi berjalan.

Anda bingung? Sama saya juga bingung menjelaskannya. haha.

Tapi jangan bingung, coba pahami dari contoh sederhana yang saya buat dibawah.

$x++; sama artinya dengan $x += 1; atau $x = $x +1;

$x– sama artinya dengan $x -= 1; atau $x = $x – 1;

Contoh pemakaian:

<?php
$x = 3;
echo "Nilai x dengan lambang setelah operasi = " . $x++;
echo "<br /> Nilai x sekarang setelah ditambah = " . $x;
$x = 3;
echo "<br />Nilai x dengan lambang setelah ditambah = " . ++$x;
echo "<br /> Nilai x sekarang setelah ditambah = " . $x;
?>

Hasil
———————————————————————–
$x = 3;
Nilai x dengan lambang setelah operasi = 3
Nilai x sekarang setelah ditambah = 4
Nilai x dengan lambang setelah ditambah = 4
Nilai x sekarang setelah ditambah = 4
———————————————————————–

Seperti yang bisa dilihat diatas, hasil dari $x++ tidak langsung bisa ditampilkan tetapi baru bisa ditampilkan setelah kode dieksekusi.

Kebalikannya malah terjadi pada kode $++x. Hasil running dari kode ditampilkan terlebih dahulu.

String PHP

Dalam bahasa pemrograman PHP, string merupakan bahasan yang sangat pokok dan penting. Walaupun belum dibahas secara khusus, di tutorial kita yang lalu tentang PHP echo sudah pernah kita singgung sedikit mengenai string. Nah, dikesempatan ini saya akan sharing sedikit mengenai dasar-dasar string PHP.

Sebelum kita bisa menggunakan string, kita harus membuatnya terlebih dahulu. String bisa digunakan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah bisa langsung dimasukkan kedalam function atau text string bisa disimpan dalam variabel.

Dalam contoh di bawah ini kita menampikan string dengan dua cara, yang pertama adalah langsung menampilkannya melalui perintah echo dan yang kedua adalah menyimpannya terlebih dahulu dalam variabel lalu memanggil variabel tersebut.

<?php
echo "Saya senang jus mangga!";
$stringkamu = "Saya senang jus mangga!";
echo $stringkamu;
?>

Hasil
—————————————————————————

Saya senang jus mangga!Saya senang jus mangga!

—————————————————————————

Selama ini kita selalu membuat string menggunakan double quote “”. Sebenarnya selain double quote kita juga bisa menggunakan single quote atau apostrophe (‘).

<?php
echo 'Saya senang jus mangga!';
$stringkamu = 'Saya senang jus mangga!';
echo $stringkamu;
?>

Seperti pelajaran sebelumnya dalam echo PHP, kamu bisa menampilkan single quote bersama string dengan menggunakan backslash sebelum qingle quote (\’).

<?php
echo 'Saya senang \'jus mangga!\'';
?>

Menggunakan single quote sih boleh-boleh saja, hanya saja double quote lebih diutamakan karena kita bisa mengkombinasikannya dengan beberapa spesial karakter seperti dibawah:

<?php
$newline = "menambahkan baris baru \n";
$return = "menambahkan enter \r";
$tab = "menambahkan tab \t";
$dollar = "menampilkan lambang dolar \$";
$doublequote = "\"menampilkan double-quote\"";
?>

Sebenarnya enter, space, maupun tab dalam bahasa komputer HTML tidak bernilai atau tidak berharga. Tetapi akan menjadi bernilai kalau hal tersebut diperuntukkan untuk manusia.

Selain dengan quote, kita juga bisa membuat string dengan cara lain. Cara yang satu ini disebut dengan heredoc. Namun cara yang satu ini lebih sulit untuk dipraktekkan dan bisa membuat berbagai macam masalah bila tidak dipergunakan dengan baik.

$stringkamu = <<<SUKA
Saya
senang jus 
mangga!
SUKA;

echo $stringkamu;

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan cara heredoc.

  • Gunakan lambang <<< dan identifier pada awal. Pada code diatas identifiernya adalah SUKA.
  • Akhiri heredoc dengan identifier dan titik koma atau semicolon.
  • Identifier penutup tidak boleh di indent atau spasi masuk kedalam.

Hasil:
——————————————

Saya senang jus mangga!

——————————————

Hasil dari kode diatas ditampilkan dalam satu baris karena kode tidak mengandung kode HTML <br/>.

Sampai sinilah pembahasan kita mengenasi string dan berhati-hatilah dalam memakai heredoc

Echo PHP

Pada tutorial sebelumnya, penggunaan echo sudah pernah kita singgung sedikit. Kita dapat menggunakan echo untuk menampilkan sekumpulan text di browser. Berdasarkan penggunaannya, echo merupakan perintah PHP yang paling sering digunakan.

Untuk menampilkan text string seperti pelajaran sebelumnya kita bisa menggunakan echo. Untuk stringnya kita bisa menggunakan variabel ataupun langsung stringnya yang dikasih quote “”. Code dibawah memberikan contoh keduanya.

<?php
$stringkamu = "Hai!";
echo $stringkamu;
echo "<h5>Saya senang belajar PHP!</h5>";
?>

Hasil
——————————————
Hai!

Saya senang belajar PHP!
——————————————

Hasil dari kode diatas sebelum ditampilkan dibrowser akan dirubah terlebih dahulu ke dalam bahasa HTML. Sehingga sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui dasar-dasar dari HTML baik itu space, enter, maupun tab.

Dari kode di atas kita menggunakan perintah echo yang kedua untuk menampilkan tulisan “Saya lagi belajar PHP!” dalam format <h5>. Karena Format h5 ini merupakan bahasa HTML maka penting bagi kita untuk juga mempelajari HTML syntax.

Ada yang perlu menjadi catatan saat menggunakan echo yaitu saat ingin menampilkan quote “” di text string atau di dalam code HTML. Kita memakai quote untuk menandakan awal dan akhir dari text string. tetapi bagaimana kalau kita ingin menyertakan quote di dalam string yang ingin kita tampilkan.

Untuk menampilkan quote di dalam string caranya adalah dengan memberikan backslash “\”” sebelum quote “”. Backslash sebelum quote itu artinya memberitahu bahwa quote setelahnya bukanlah penanda awal dan akhir dari string. mari kita lihat contohnya di bawah.

<?php
// Code dibawah tidak bisa ditampilkan
echo ""Kalimat ini ingin ada quotenya!""

// Code dibawah bisa ditampilkan
echo "\"Kalimat ini ingin ada quotenya!\""
?>

Berdasarkan contoh diatas, quote yang sebelumnya ada backslash “\” akan dianggap bukan penanda echo tetapi hanyalah bagian dari text string.

Selain itu, kita bisa menggunakan apostrophe (‘) untuk menggantikan quote yang ada dalam code PHP.

<?php
// Tidak akan bisa berhasil!
echo "<h5 class="specialH5">Saya senang belajar PHP!</h5>";  

// Bisa berhasil karena memakai backslash \
echo "<h5 class=\"specialH5\">Saya senang belajar PHP!</h5>";  

// Bisa berhasil karena memakai apostrophe '
echo "<h5 class='specialH5'>Saya senang belajar PHP!</h5>";  
?>

Di tutorial sebelumnya kita juga sudah belajar bahwa string bisa disimpan dalam variabel.

<?php
$stringsaya = "Hallo Juwita. Nama saya adalah: ";
$nomorsaya = 13;
$hurufsaya = j;
echo $stringsaya;
echo $nomorsaya;
echo $hurufsaya;
?>

Hasil Code:

Hallo Juwita. Nama saya adalah: 13j

Trik lainnya adalah kamu bisa menempatkan variabel di dalam string atau menggabungkan variabel dengan string. Yang harus diperhatikan adalah gabungan antara variabel dan string harus berada di dalam quote.

<?php
$stringsaya = "Hallo Juwita. Nama saya adalah: ";
echo "$stringsaya jujubandung <br />";
echo "Hai, Saya juju. Kamu siapa? $stringsaya <br />";
echo "Hai, Saya juju. Kamu siapa? $stringsaya jujubandung";
?>

Hasil

Hallo Juwita. Nama saya adalah: jujubandung
Hai, Saya juju. Kamu siapa? Hallo Juwita. Nama saya adalah:
Hai, Saya juju. Kamu siapa? Hallo Juwita. Nama saya adalah: jujubandung

Dalam bahasa PHP, echo bukanlah bagian dari function yang akan kita bahas di tutorial berikutnya. Function memiliki bentuk tersendiri.

Variabel PHP

Melanjutkan pelajaran kita mengenai syntax PHP, sekarang saya akan sharing lagi mengenai variabel. Bila kamu belum pernah belajar mengenai bahasa pemrograman tentunya konsep variabel ini akan sedikit susah dipahami. Tetapi jangan kuatir karena saya akan menjelaskannya dengan sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Variabel maksudnya adalah label atau penamaan untuk sesuatu baik itu text berbentuk string “Hello World!” maupun bilangan integer. Keuntungan menggunakan sebuah variabel adalah variabel bisa digunakan berulang-ulang daripada kita harus mengetikkan nilai asli secara berulang ulang.

Bentuk dari variabel:

$variabel_name = Value;

Harus ada tanda dolar di depan variabel dan biasanya kelupaan memakai tanda dolar adalah kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pemula yang baru belajar PHP.

Selain itu, huruf besar dan huruf kecil juga berpengaruh dalam penamaan variabel. Variabel $nomorkamu berbeda dengan $NomorKamu.

<?php
$hello = "Hello World!";
$nomorkamu = 13;
$nomorkamulainnya = 26;
?>

Dari code diatas: Untuk tulisan “Hello World!” kita beri nama $hello, 13 kita beri nama $nomorkamu, 26 kita beri nama $nomorkamulainnya.

Beberapa aturan yang harus kamu ikuti sebelum memilih nama variabel:

  • Variabel harus dimulai dengan huruf ataupun garis bawah “_”.
  • variabel hanya bisa disusun dari huruf besar, huruf kecil, angka, atau garis bawah “_”.
  • Variabel yang lebih dari satu kata bisa dipisahkan dengan garis bawah “_”. $variabel_kamu.
  • Variabel yang lebih dari satu kata bisa dibedakan dengan huruf besar. $VariabelKamu.

Syntax PHP

Sebelum kita membahas lebih detail mengenai syntax PHP ada baiknya kita mendefinisikan apa itu syntax. Syntax adalah aturan untuk menulis code.

Kalau kita perhatikan syntax PHP dan semantics mirip dengan bahasa pemrograman lainnya semisal C, Java, dan Pearl. Yang membedakan PHP dengan lainnya adalah adanya sedikit tambahan mengenai tag code dan yang semisalnya.

<?php

kumpulan code

?>

Jika kamu menulis code PHP dan ingin kode tersebut bisa digunakan di tempat lain ada baiknya kamu menggunakan bentuk standar yang menggunakan simbol ?php daripada hanya kode singkat karena hal ini akan memastikan script yang kamu tulis akan bekerja meskipun kode tersebut dijalankan di server yang berbeda dengan setingan yang berbeda juga.

Supaya kode php yang telah kita tulis bisa dijalankan maka kita harus menyimpan kode tersebut dalam file berekstensi “.php” daripada file standar yang berekstensi “.html”.

Di bawah ini adalah contoh sederhana dari penulisan kode PHP dan HTML.

<html>
<head>
<title>Page PHP pertama saya</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Hasil dari kode diatas:

Hello World!

Jika kamu menyimpan file ini misalnya saja “halo.php” dan menarohnya dalam web hostingan kamu lalu kamu meloadingnya di browser kamu maka kamu akan melihat tulisan “Hello World!”. Jika tidak, periksa semua langkah yang kamu lakukan apakah sudah sama atau tidak.

Kita menggunakan code PHP “echo” untuk menampilkan tulisan “Hello World!” dan kita akan membahas hal ini lebih di dalam di postingan yang akan datang. Jadi follow terus updetan blog ini ya.

Dalam setiap akhir baris code PHP kita harus menggunakan symbol titik koma atau semicolon “;”. Misalkan saja kita ingin mengulangi tulisan “Hello World!” beberapa kali maka kita harus menempatkan lambang atau symbol semicolon di setiap akhir baris PHP.

Contoh:

<html>
<head>
<title>Page PHP pertama saya</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Hasil dari kode diatas:

Hello World!Hello World!Hello World!

Sebagaimana juga HTML, space/tab/baris baru dalam penggunaan PHP akan dianggap tidak berarti. Pada contoh dibawah kita memberi space dan enter pada code “Hello World!” yang hasilnya akan sama saja dengan kode diatas.

<html>
<head>
<title>Page PHP pertama saya</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
         echo "Hello World!";



echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>

Hasil dari kode diatas:

Hello World!Hello World!Hello World!

Install PHP

Buat yang belum tau apa itu PHP, bisa baca postingan yang sudah saya buat mengenai dasar-dasar PHP.

Untuk bisa mulai menggunakan PHP kamu setidaknya harus memiliki salah satu hal dibawah ini:

  • Sebuah web hosting yang support penggunaan PHP dan MySQL database. Di Indonesia sendiri sudah banyak penyedia web hosting yang bagus-bagus dengan harga bersaing dan full support, tinggal dicocokkan saja dengan yang kamu perlukan.
  • Alternatif lainnya adalah dengan menginstal PHP dan MySQL database di komputer kamu sendiri. Nah di bawah ini saya akan terangkan bagaimana caranya kita bisa menginstall PHP dan MySQL database di komputer sendiri.

Meskipun MySQL tidaklah wajib dalam penggunaan PHP, tetapi banyak bahasa PHP yang memerlukan MySQL. Jadi saya sarankan kamu memilikinya.

Bagi kamu yang sudah sangat pengalaman dalam melakukan sendiri kamu bisa langsung download di http://www.php.net/downloads.php dengan versi terbarunya.

Namun jika kamu seperti kebanyakan dari kita, kamu bisa mengikuti petunjuk dibawah untuk menginstal PHP ke dalam laptop sendiri. Petunjuk di bawah dipersembahkan oleh PHP.net berdasarkan system operasi komputer yang kamu miliki.

Windows:
http://www.php.net/manual/en/install.windows.php

Mac:
http://www.php.net/manual/en/install.macosx.php

Linux:
http://id1.php.net/manual/en/install.unix.php

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa kamu tidak memerlukan MySQL untuk belajar PHP, tetapi banyak tutorial PHP yang menggunakan MySQL dan nanti kita akan share mengenai tutorial ini di postingan yang akan datang.